Indeks

KSP ​Kopdit Pintu Air Edukasi Ratusan Buruh Sawit Kalbar Perangi Rentenir

“Pintu Air hadir untuk mendampingi anggota kami dalam memerangi rentenir. Pintu Air bukan hanya tempat menyimpan dan meminjam uang, tetapi juga wadah solidaritas,” jelas Abdul Rahman. 

Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260519 WA0008
KSP ​Kopdit Pintu Air Edukasi Ratusan Buruh Sawit Kalimantan Barat Perangi Rentenir. | (Foto: HO Humas Pintu Air)

Lanjutnya, sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat, Kopdit Pintu Air menyasar kelompok Nelayan Tani Ternak dan Buruh (NTTB) sebagai kelompok yang sering kali rentan dalam urusan akses permodalan dan juga literasi keuangan.

“Pintu Air cocok untuk kita orang perantauan, untuk warga nelayan tani ternak buruh karena inilah rumah kita mengadu dan berbagi suka dan duka dalam situasi apapun. Mari bergabung bersama Kopdit Pintu Air, “ tuturnya.

KSP ​Kopdit Pintu Air Edukasi Ratusan Buruh Sawit Kalimantan Barat Perangi Rentenir. | (Foto: HO Humas Pintu Air)

Kehadiran Kopdit Pintu Air di tengah-tengah pekerja perkebunan sawit disambut antusias oleh para pekerja sawit.

Seorang karyawan PT Limpah Sejahtera asal Desa Semandang Baru, Petrus Kanisius Mado, mengaku bersyukur dengan kehadiran koperasi kredit asal Flores, NTT tersebut di wilayah kerja mereka.

​Bagi Petrus, kedatangan Kopdit Pintu Air adalah sebuah jawaban atas doa dan mimpinya selama bertahun-tahun di tanah perantauan.

​”Malam ini saya sangat berkesan sekali dan berterima kasih. Saya bangga mengatakan bahwa mimpi dan doa saya terkabul. Koperasi Kredit dari kampung halaman kita sendiri ternyata sudah tembus sampai ke Kalimantan Barat, bahkan sampai ke tempat kerja kami,” ungkap Petrus.

Seorang karyawan PT Limpah Sejahtera asal Desa Semandang Baru, Petrus Kanisius Mado, mengaku bersyukur dengan kehadiran koperasi kredit asal Flores, NTT tersebut di wilayah kerja mereka. | (Foto: HO Humas Pintu Air)

​Petrus blak-blakan menceritakan pahitnya hidup dalam cengkeraman rentenir. Selama ini, mereka terpaksa bertahan hidup berdampingan dengan para lintah darat karena tidak adanya akses lembaga keuangan yang berpihak pada buruh.

Menurutnya, layanan pinjaman berbunga rendah dan bunga simpanan yang kompetitif dari Kopdit Pintu Air menjadi solusi konkret untuk melepaskan diri dari ketergantungan terhadap rentenir.

​Usai mendengar materi sosialisasi, Petrus langsung menyatakan komitmennya secara konkret. Ia menegaskan siap turun tangan membantu ketua kelompok setempat, untuk menggerakkan warga lain bergabung.

​”Ini menjadi tugas kami untuk menyampaikan kepada teman-teman yang belum bergabung. Ke depannya kami akan masuk ke pelosok-pelosok untuk mengajak saudara-saudara kita. Koperasi ini lahir dari kampung halaman kita sendiri, kenapa kita di perantauan tidak mendukungnya? Ini sangat baik sekali,” tegas Petrus.

Dalam sosialisasi ini, 19 pekerja sawit diaspora NTT langsung bergabung menjadi anggota baru Kopdit Pintu Air. ***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version