NTT-Post.com, KALIMANTAN BARAT – KSP Kopdit Pintu Air, salah satu koperasi kredit terbesar di Indonesia yang berpusat di Dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus melebarkan sayap pelayanannya ke berbagai pelosok tanah air.
Kali ini Kopdit Pintu Air menggelar sosialisasi edukasi keuangan bagi ratusan pekerja perkebunan kelapa sawit PT. Limpah Sejahtera, Afdeling 17, Kecamatan Sungai Melayu Tayak, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Senin, (18/5/2026).
Kegiatan yang diikuti warga perantauan asal NTT, dan masyarakat asli setempat dari suku Dayak tersebut difokuskan untuk memerangi maraknya praktik rentenir yang meresahkan warga di wilayah perbatasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Sosialisasi tersebut, diberikan oleh Tim Kantor Pusat KSP Kopdit Pintu Air yang dipimpin Wakil Ketua Bidang Humas Vinsen Deo bersama Kabid Simpanan, Abdul Rahman Nau yang juga merupakan pengurus area Luar NTT, didampingi Ketua Komite Kopdit Pintu Air Cabang Palangkaraya, Cyrilus Satban.
Pengurus Area Kopdit Pintu Air Luar NTT, Vinsensius Deo, mengatakan sosialisasi ini juga bertujuan mengubah pola pikir masyarakat setempat mengenai prioritas keuangan.
Menurut laporan warga, kata Vinsen, selama ini penghasilan para pekerja perkebunan selalu habis seketika setelah gajian untuk membayar utang kepada rentenir yang menerapkan bunga tinggi, sehingga mereka kesulitan untuk menabung.
“Langkah awal untuk memperbaiki ekonomi dan finansial ke depan adalah menumbuhkan budaya menabung. Budaya inilah yang menjadi perhatian utama Kopdit Pintu Air,” ujar Vinsensius Deo.
Menurut Vinsen, tim sosialisasi memaparkan sejumlah program unggulan, di antaranya adalah produk simpanan saham dan non-saham, produk pinjaman dengan bunga rendah, program beasiswa, sektor riil, serta program Simpanan Pendidikan (SIDANDIK) untuk masa depan anak-anak pekerja.
Sementara Kabid Simpanan, Abdul Rahman Nau menyoroti gaji karyawan yang tak sempat disisipkan untuk simpanan, melainkan langsung diserahkan untuk membayar utang kepada rentenir yang menerapkan bunga sangat tinggi.
”Sebenarnya ini berbanding terbalik dengan prinsip kesejahteraan. Kalau kita ingin hidup secara ekonomi dan finansial baik ke depan, maka langkah awal yang perlu diperhatikan adalah budaya menabung. Budaya inilah yang menjadi perhatian utama Kopdit Pintu Air, mengajak masyarakat Indonesia pada umumnya untuk gemar menabung,” jelas Abdul Rahman Nau.
Abdul Rahman menyatakan tujuan utama ekspansi ini adalah memberikan alternatif keuangan yang adil dan transparan bagi masyarakat Kalimantan Utara.
“Pintu Air hadir untuk mendampingi anggota kami dalam memerangi rentenir. Pintu Air bukan hanya tempat menyimpan dan meminjam uang, tetapi juga wadah solidaritas,” jelas Abdul Rahman.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
