Indeks

Misa Syukur Peresmikan Kopdit Pintu Air Cabang Madawat, Romo: Junjung Tinggi Integritas dan Kemanusiaan

"Artinya jujur ​​dalam pengelolaan, transparan dalam keputusan, berani berkata benar meski tidak mudah, karena sekali kepercayaan hilang, pelayanan kehilangan maknanya," tutur Romo. 

Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260409 113152
Pastor Paroki Misir dan Pastor Pembina KSP Kopdit Pintu Air saat memimpin misa syukur peresmian dan pemberkatan gedung Kopdit Pintu Air Cabang Madawat. | (Foto: Nivan Gomez).

NTT-Post.com, SIKKA – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Pintu Air kembali memperkuat basis pelayanannya di Kabupaten Sikka dengan meresmikan kantor cabang baru yang berlokasi di Jl. Gajah Mada, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kota Maumere, Kamis, (9/4/2026).

Peresmian kantor cabang Madawat ini diawali dengan Misa Syukur yang dipimpin langsung oleh Pastor Paroki Misir, Romo Deodatus Du dan Pastor pembina Kopdit Pintu Air, Pater Paskalis Patut, O.Carm dan pemberkatan gedung kantor cabang.

Kehadiran cabang baru ini merupakan langkah strategis manajemen untuk memberikan kemudahan akses bagi para anggota di wilayah perkotaan Maumere.

KSP Kopdit Pintu Air Cabang Madawat. | (Foto: Nivan Gomez).

Enam Pesan Moral dalam Pelayanan

Dalam khotbahnya, Romo Deodatus Du menekankan bahwa sebuah lembaga keuangan bukan sekadar tempat perputaran uang, melainkan wadah kesaksian iman melalui pelayanan.

Beliau menitipkan enam poin bagi seluruh pengelola dan staf KSP Kopdit Pintu Air Cabang Madawat.

Pertama menjunjung tinggi kejujuran dan transparansi. Sekali kepercayaan luntur, maka pelayanan kehilangan maknanya.

“Artinya jujur ​​dalam pengelolaan, transparan dalam keputusan, berani berkata benar meski tidak mudah, karena sekali kepercayaan hilang, pelayanan kehilangan maknanya,” tutur Romo.

Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Sekretaris Satu KSP Kopdit Pintu Air, Camat Alok dan Lurah Madawat serta umat yang mengikuti misa syukur. | (Foto: Nivan Gomez)

Kedua Romo berpesan untuk menjunjung tinggi Pelayanan yang Manusiawi: Anggota tidak boleh dipandang sebagai angka atau data, melainkan pribadi yang memiliki pergumulan hidup.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version