“Terima mereka dengan baik saat berkonsultasi, jangan cuek apalagi marah-marah,” tambah Jano di hadapan 112 peserta gelombang pertama.
Jano berharap melalui pelatihan intensif ini, para peserta dapat menyerap budaya kerja Kopdit Pintu Air secara utuh dan mengaplikasikannya di kantor cabang maupun kantor cabang pembantu (KCP) masing-masing.
OJT ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman mendalam mengenai sistem operasional dan nilai-nilai inti koperasi.
Salah satu peserta dari Cabang Waitabula, Yohana Oktaviana Anjelik Paga, mengakui bahwa pelatihan ini sangat krusial bagi pengembangan kariernya yang bermula dari tenaga relawan.
“Melalui OJT ini, pengetahuan kami semakin kaya. Tidak hanya pada bidang yang selama ini kami geluti, tetapi mencakup seluruh ruang lingkup kerja di Kopdit Pintu Air. Saya bertekad mengikuti ini dengan sungguh-sungguh agar bisa memberikan yang terbaik di tempat tugas nanti,” ujar Yohana.
Dengan jangkauan yang terus meluas ke seluruh wilayah Indonesia, Kopdit Pintu Air menyadari bahwa standarisasi pelayanan adalah kunci.
Fokus utama tetap pada pilar NTT-B, di mana pendekatan personal dan solusi ekonomi yang tepat sasaran menjadi ujung tombak keberhasilan koperasi dalam menyejahterakan anggotanya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
