Indeks

Refleksi HUT ke-31 Tahun KSP Kopdit Pintu Air: Menjaga Kesadaran Anggota dan Inovasi Pengelola

"Ini umur yang sudah matang. Kita harus merefleksikan kembali kepada semua kita, baik pengelola maupun anggota, untuk mulai sadar supaya lembaga ini berkembang secara profesional," tegas Yakobus Jano.

Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
Screenshot 2026 04 01 18 31 44 929 com.whatsapp.w4b edit
Ketua KSP Kopdit Pintu Air, GM Kopdit Pintu Air dan perwakilan pengelola dan manajemen kantor pusat saat acara tiup lilin HUT Pintu Air ke-31. | (Foto: Nivan Gomez)

Baginya, keberlanjutan Pintu Air sangat bergantung pada bagaimana para pengelola di KCP, Cabang, maupun Titik Kumpul memaknai pekerjaan mereka.

Gabriel mengajak seluruh rekan manajemen untuk memiliki filosofi “Kebun”. Menurutnya, kantor atau lembaga ini bukan sekadar tempat mencari makan, melainkan kebun yang harus diolah dengan penuh rasa memiliki.

“Jangan jadikan tempat ini hanya sebagai tempat cari makan, tapi jadikan betul-betul kebun kita. Kita sudah mengolah kebun ini puluhan tahun, dan dengan kemampuan berinovasi serta berkolaborasi dengan situasi zaman, kita akan terus menghasilkan,” ujar Gabriel.

General Menejer KSP Kopdit Pintu Air, Gabriel Pito Sorowutun. | (Foto: Nivan Gomez)

Ia juga menekankan bahwa di era yang semakin canggih, manajemen tidak boleh lagi menggunakan cara-cara lama yang statis.

“Pengelolaan lembaga harus lebih bonafide dan terpercaya melalui adaptasi teknologi dan penguatan spiritualitas melalui doa pagi sebagai momen refleksi diri,” ujarnya.

Peringatan HUT ke-31 ini menjadi momentum bagi KSP Kopdit Pintu Air untuk mempererat solidaritas.

Dengan perpaduan antara kepemimpinan Yakobus Jano yang visioner dalam menjaga marwah koperasi dan eksekusi manajemen yang inovatif dari Gabriel Pito Sorowutun, Kopdit Pintu Air optimis tetap menjadi pilar ekonomi kerakyatan yang kokoh.

Kedua tokoh ini sepakat bahwa kekuatan utama Pintu Air terletak pada tiga pilar: Andalan pada Tuhan, penghormatan terhadap alam/leluhur, dan integritas manusianya.

Dengan pondasi tersebut, target untuk terus melayani hingga lintas generasi bukan lagi sekadar impian, melainkan misi yang sedang dijalankan.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version