“Holding company koperasi memberikan banyak manfaat, antara lain penguatan permodalan kolektif, efisiensi operasional, diversifikasi usaha, pengelolaan risiko yang lebih terstruktur, serta peningkatan daya saing di tingkat nasional,” jelas Jano.
Sebagai bagian dari persiapan, KSP Kopdit Pintu Air telah melakukan studi banding ke beberapa role model sukses, seperti Koperasi BMI Grup Tangerang dan BMT NU Ngasem Grup Bojonegoro.
Ketua Pengurus menekankan bahwa perubahan struktur menuju holding memerlukan transformasi budaya kerja yang lebih modern dan akuntabel. Ia menyerukan sinergi yang kuat antara pengurus, pengawas, manajemen, dan seluruh anggota.
“Kita harus berjalan bersama, menyatukan visi, dan menjaga integritas dalam setiap keputusan. Dengan kerja sama yang solid, KSP Kopdit Pintu Air akan menjadi pilar ekonomi yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan,” tutupnya.
Senada dengan itu, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengapresiasi dan mendukung gagasan KSP Kopdit Pintu Air untuk membentuk Holding Company.
“Jadi di dalam Holding company itu akan ada koperasi-koperasi yang bergerak di bidang usaha produktif anggota. Ini menurut kami sangat luar biasa, terobosan yang hebat,” tutur Bupati Sikka.
Pemerintah Kabupaten Sikka berharap dengan adanya Holding company nantinya KSP Kopdit Pintu Air mempunyai potensi lagi untuk bisa mendorong sektor-sektor potensial yang ada di kabupaten Sikka.
“Jadi sebenarnya kabupaten Sikka ada banyak sekali potensi, seperti perkebunan, kelautan, perikanan yang sebenarnya bisa didorong. Dan nanti semuanya ada dalam Holding company Pintu Air,” jelas Juventus.
Bupati Sikka, berharap sinergitas antara Kopdit Pintu Air dan Pemerintah Kabupaten Sikka terus berjalan dengan baik. Menurutnya koperasi berperan penting untuk perputaran ekonomi masyarakat ditengah transferan daerah yang kadang menurun.
“Pertumbuhan ekonomi kita di sini tidak bisa dipungkiri bahwa mungkin secara pemerintah, transfer daerah katakan menurun, tetapi perputaran ekonomi akan terus berjalan dari sektor swasta yang salah satunya koperasi. Itu tidak bisa dipungkiri sehingga pertumbuhan ekonomi kita di Sikka bisa terus membaik,” ujarnya.
Sementara Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengatakan sekitar 60 persen masyarakat NTT bekerja di sektor pertanian, peternakan, dan UMKM.
“Kopdit Pintu Air diharapkan terus memperluas perannya dalam mendorong pengembangan sektor produktif, termasuk mendukung hilirisasi usaha anggota,” tutur Gubernur NTT saat memberikan sambutan melalui via Zoom.
Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Maman Abdurrahman agar koperasi semakin didorong masuk ke sektor-sektor produktif.
“Dengan demikian, koperasi tidak hanya menjadi tempat simpan pinjam, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi riil yang memberi nilai tambah bagi anggota,” ujar Gubernur.
Lebih lanjut, Gubernur NTT menegaskan bahwa Rapat Anggota Tahunan merupakan mekanisme demokrasi tertinggi dalam koperasi yang menjamin transparansi dan akuntabilitas pengelolaan organisasi.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
