NTT-Post.com, SIKKA – KSP Kopdit Pintu Air kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu lokomotif utama gerakan koperasi nasional.
Dalam kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-30 tahun buku 2025, KSP Kopdit Pintu Air memaparkan perjalanan fenomenal dan mengumumkan arah baru transformasi organisasi menuju pembentukan Holding Company.
Lahir dari rahim kebersamaan yang dipelopori oleh hanya 50 orang anggota pendiri, KSP Kopdit Pintu Air kini telah menjelma menjadi kekuatan ekonomi yang masif.
Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano dalam sambutannya mengatakan, hingga Desember 2025, data mencatat lonjakan yang luar biasa dengan jumlah anggota terdaftar mencapai 422.089 yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Keberhasilan ini tidak lepas dari tekad kuat untuk membangun kemandirian ekonomi berbasis solidaritas.
“Dari awal yang sederhana, kita terus berkembang pesat. Kekuatan kita terletak pada anggota, dan fondasi kita adalah kepercayaan,” ungkap Ketua Pengurus.
Secara finansial, KSP Kopdit Pintu Air menunjukkan performa yang sangat impresif. Saat ini, koperasi telah mengelola Total Aset sebesar Rp2,6 Triliun.
Angka ini didukung oleh infrastruktur pelayanan yang menjangkau masyarakat hingga ke akar rumput, yang terdiri dari 59 Kantor Cabang, 19 Kantor Cabang Pembantu, dan 47 Titik Pelayanan (TP).
“Ekspansi ini membuktikan bahwa motto “Kau Susah Aku Bantu, Aku Susah Kau Bantu” bukan sekadar slogan, melainkan napas gerakan ekonomi yang nyata di tengah dinamika ekonomi nasional,” jelas Yakobus Jano.
Lanjut Jano, dalam menjalankan usaha simpan pinjam, KSP Kopdit Pintu Air menegaskan komitmennya terhadap aturan main yang ditetapkan pemerintah. Koperasi secara ketat berpedoman pada Permenkop Nomor 8 Tahun 2023 serta Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
Langkah ini diambil untuk memastikan tata kelola yang baik (Good Corporate Governance), manajemen risiko yang terukur, serta transparansi laporan keuangan.
“Kepatuhan terhadap regulasi ini adalah modal strategis untuk meningkatkan perlindungan anggota dan memperkuat pengawasan internal,” ujar Jano.
Visi Besar 2026: Menuju Holding Company
Yakobus Jano menegaskan KSP Kopdit Pintu Air berencana membentuk koperasi sekunder atau Holding Company yang akan mengintegrasikan koperasi simpan pinjam dan koperasi sektor riil dalam satu ekosistem usaha.
“Pengembangan menuju grup holding company koperasi diharapkan dapat memperluas manfaat ekonomi bagi anggota. Hal ini membutuhkan kerja sama yang solid dari seluruh elemen koperasi,” ujarnya.
Strategi ini juga membuka peluang usaha baru bagi kesejahteraan anggota dan menyejajarkan diri dengan entitas bisnis besar lainya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
