“Mengetahui lebih awal memungkinkan pasangan untuk mempersiapkan diri secara mental dan medis, membangun komunikasi yang jujur, serta merencanakan masa depan, termasuk memiliki keturunan, dengan lebih bijak. Ini adalah langkah pencegahan keretakan rumah tangga yang disebabkan oleh faktor kesehatan,” tambahnya.
Pemeriksaan yang dianjurkan mencakup tes HIV, sifilis, Hepatitis B, dan penyakit menular seksual (PMS) lainnya.
Menurutnya, KPA Sikka bekerja sama dengan 3 puskesmas untuk memberikan konseling pra-dan pasca-tes untuk memastikan pasangan memahami hasil dan tindak lanjutnya.
“Ada puskesmas Beru, puskesmas Nita, dan puskesmas Waipare yang tersedia untuk pemeriksaan kesehatan menyeluruh,” ucapnya.
Yohanes Siga berharap tokoh agama, tokoh adat, dan pemerintah desa dapat turut serta menyosialisasikan pentingnya pemeriksaan ini.
Dengan adanya kesadaran menyeluruh, diharapkan Kabupaten Sikka dapat mewujudkan keluarga-keluarga yang sehat, harmonis, dan terbebas dari ancaman penularan penyakit menular.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
