Namun, setelah dilakukan observasi dan pemeriksaan lebih lanjut, pasien rencananya akan dipindahkan ke ruang perawatan umum dan digabungkan dengan pasien lain.
Dalam kesempatan tersebut, pihak rumah sakit juga menyampaikan imbauan serius kepada masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) agar sementara waktu menghindari konsumsi daging RW. Pasalnya, wilayah TTU hingga kini belum dinyatakan bebas rabies dan angka kasus masih tergolong tinggi.
“Kami mengimbau bapak, mama, basodara semua untuk sementara waktu menghindari konsumsi daging RW. Kita di TTU belum bebas rabies, sehingga perlu kewaspadaan bersama,” tegas dr. Adrianus.
Baca Juga: Pimpinan DPRD TTU Diduga Telantarkan Rumah Dinas, Anggaran Puluhan Juta Jadi Sorotan
Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera mendatangi rumah sakit atau puskesmas terdekat apabila mengalami gigitan anjing, guna mendapatkan vaksin anti rabies (VAR) sesegera mungkin.
Selain itu, pihak rumah sakit meminta para pelaku usaha kuliner yang menjual RW agar mempertimbangkan untuk sementara beralih ke usaha lain demi mencegah bertambahnya korban rabies.
Lebih lanjut dr. Adrianus menuturkan, pada tahun sebelumnya terdapat kasus rabies yang diduga berkaitan dengan konsumsi daging RW.
“Kami mohon dengan sangat kepada penjual RW untuk sementara bisa beralih ke usaha lain, supaya kita tidak menyumbang korban-korban baru. Keselamatan masyarakat adalah yang utama,” pungkasnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
