“Pelaku kabur dengan menumpang ojek. Sore tadi informasi yang kami terima, ia sempat menuju ke rumah keluarganya di Nebe. Sekarang posisinya sudah tidak tahu lari ke mana lagi,” ujar Polikarpus, Jumat (27/2/2026) malam.
Pihak keluarga sangat menyayangkan lemahnya pengamanan terhadap tersangka kasus kriminal berat tersebut.
Kepergian SG yang begitu mudah, bahkan dikabarkan hanya menggunakan jasa ojek, menimbulkan tanda tanya besar terkait prosedur pengawalan yang dilakukan pihak berwenang.
Pelarian SG ini terjadi hanya beberapa hari setelah ia dibekuk tim Buser Polres Sikka di wilayah Nebe pada Selasa lalu.
SG diamankan bersama anaknya, FGR, atas dugaan keterlibatan dalam kasus penganiayaan berat yang menyebabkan tewasnya S.T.N, siswa SMP MBC Ohe.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Resor (Polres) Sikka belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi detail kaburnya tahanan tersebut maupun upaya pengejaran yang dilakukan.
Kasi Humas Polres Sikka, IPTU Leonardus Tunga, saat dikonfirmasi mengenai kejadian ini hanya memberikan jawaban singkat. “Mohon waktu,” ujarnya singkat kepada awak media.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
