NTT-Post.com, SIKKA – Aksi penghadangan dan pengeroyokan oleh sekelompok pemuda terjadi di ruas jalan Trans Ende-Maumere, tepatnya di Desa Mauloo, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ternyata memakan banyak korban.
Tak hanya menyasar mobil operasional KSP Kopdit Pintu Air, kelompok pemuda di wilayah tersebut diketahui juga menyerang pengendara lain yang melintas di waktu yang hampir bersamaan.
Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tungga mengatakan, terbaru seorang sopir bernama Agustinus Guru (45), warga Nara, Desa Lepo Lima, resmi melaporkan kasus pengerusakan mobilnya ke Polres Sikka pada Kamis (30/4/2026) pagi pukul 10.14 WITA.
Lanjutnya, berdasarkan laporan polisi LP/B/60/IV/2026/SPKT/POLRES SIKKA, aksi pengerusakan tersebut terjadi pada Selasa malam (28/4/2026) sekitar pukul 20.00 WITA jam yang sama dengan insiden penghadangan mobil operasional Pintu Air.
“Kejadian bermula saat Agustinus yang mengendarai mobil Toyota Avanza warna hitam dengan nomor polisi EB 1142 BH melintas di Desa Mauloo,” tulis Kasi Humas ketika di konfirmasinya melalui pesan Whatsapp.
Saat memasuki area desa tersebut, ia melihat sekelompok pemuda berusaha menghentikan kendaraannya secara paksa.
Tanpa alasan yang jelas, para pelaku langsung menyerang kendaraan korban menggunakan sebatang kayu.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
