Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

HUT 125 Gereja Tua Sikka, Uskup Maumere: Gereja Adalah Tanda Iman yang Hidup

"Gereja tua Sikka di tengah Natar Sikka ini, tidak hanya berdiri sebagai saksi sejarah, tetapi berseru dalam keheningan bahwa di tempat inilah iman Katolik berakar, bertumbuh, dan diwariskan dari generasi ke generasi," tutur Uskup di hadapan ratusan umat yang hadir.

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260208 173149 696
Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, saat memberikan Khotbah. | (Foto: Live YT Komsos Keuskupan Maumere)

NTT-Post.com, SIKKA – Suasana khidmat menyelimuti “Natar Sikka” Desa Sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, saat lonceng tua Gereja Santo Ignatius Loyola bertalu, mengiringi Perayaan Ekaristi syukur 125 tahun berdirinya gereja bersejarah tersebut.

Perayaan syukur ini dipimpin langsung oleh Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, dan dihadiri oleh para imam, biarawan-biarawati, tokoh adat, serta ribuan umat yang datang dari berbagai penjuru paroki maupun luar daerah.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

Dalam khotbahnya, Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, menegaskan gereja tua ini bukan sekadar saksi bisu sejarah, melainkan suara yang berseru dalam keheningan tentang akar iman yang terus bertumbuh.

“Gereja tua Sikka di tengah Natar Sikka ini, tidak hanya berdiri sebagai saksi sejarah, tetapi berseru dalam keheningan bahwa di tempat inilah iman Katolik berakar, bertumbuh, dan diwariskan dari generasi ke generasi,” tutur Uskup di hadapan ratusan umat yang hadir.

Mgr. Ewaldus menekankan bahwa berdirinya Gereja Sikka adalah buah dari keberanian iman para misionaris terdahulu.

Ia mengingatkan umat bahwa pemilihan nama Santo Ignatius Loyola sebagai pelindung paroki memiliki makna yang sangat dalam sebagai arah hidup.

“Santo Ignatius mengajarkan bahwa seluruh hidup, karya, dan perjuangan kita harus diarahkan hanya pada satu tujuan: Ad Maiorem Dei Gloriam, demi kemuliaan Allah yang semakin besar,” ujar Uskup.

IMG 20260208 173152 894
Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, saat memimpin misa syukur perayaan ulang tahun Gereja Tua Sikka. | (Foto: Live YT Komsos Keuskupan Maumere)

Monsinyur juga menyinggung simbolisme Meriam Tua yang berada di halaman gereja. Menurutnya, meriam tersebut bukanlah lambang kekerasan, melainkan penanda awal kehadiran Injil yang menjaga dan menyertai kehidupan masyarakat Sikka selama lebih dari satu abad.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung