Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Dominasi Warga Jabar di Hiburan Malam Maumere, Otto Gusti: Ini Tanggung jawab Dedi Mulyadi

"Gubernur punya tanggung jawab juga untuk bertanya, kenapa cukup banyak warga Jawa Barat yang bekerja di sini? Ada apa dengan kebijakan yang diambil di sana (Jawa Barat)?" tegasnya.

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
InShot 20260219 213625176
Klose foto Pater Otto Gusti Madung (kiri) Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (Kanan). | (Foto: Dok Istimewa)

NTT-Post.com, SIKKA – Tokoh Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus akademisi, Pater Otto Gusti Madung, melontarkan kritik keras terkait fenomena sosial di balik kasus 13 pekerja Lady Companion (LC) di Pub Eltras.

Ia menyoroti fakta bahwa mayoritas pekerja tempat hiburan malam di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, merupakan warga asal Provinsi Jawa Barat.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

Pernyataan ini muncul menanggapi rencana Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang berniat segera menjemput dan memulangkan para korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tersebut.

Pater Otto mengapresiasi perhatian Gubernur Jawa Barat, namun ia mengingatkan bahwa penyelesaian masalah tidak boleh berhenti pada aksi penyelamatan yang bersifat populis.

Ia mendorong adanya evaluasi mendalam terhadap akar masalah di pemerintahan Jawa Barat.

“Kita bersyukur Gubernur Jawa Barat punya perhatian. Tapi kita juga sampaikan kepada beliau bahwa hampir semua pekerja pub di Maumere berasal dari Jawa Barat.

Pertanyaannya, kenapa?” ujar Pater Otto mewakili Jaringan HAM usau beraudiens dengan Kapolres Sikka yang diwakili Kasi Humas Polres Sikka, Kamis, (19/2/2026).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung