Dengan mengusung semangat: Hidupkan Ruang Mati Kota dengan Mural!, panitia menyediakan wadah kompetisi bagi puluhan tim muralis dari berbagai kampus, komunitas, hingga seniman independen.
Diharapkan, kompetisi mural ini menjadi langkah awal menghadirkan kota yang lebih hidup dan penuh warna, dimana ruang-ruang mati di pusat kota disulap menjadi galeri seni terbuka.
Selain piagam penghargaan dari Bupati Sikka dan Camat Alok, panitia juga menyediakan hadiah uang tunai jutaan rupiah, yakni Rp3.000.000 untuk Juara I, Rp2.000.000 untuk Juara II, Rp1.500.000 untuk Juara III, dan Rp1.000.000 untuk Juara IV. Pendaftaran lomba dibuka dengan biaya Rp200.000 per tim.
Antusiasme publik terlihat dari banyaknya kelompok yang ikut berkompetisi, mulai dari Uno, Bomb City, Daun Bungkus, hingga komunitas seni seperti Club Art Nian Tanah dan Gnr Crew.
Kompetisi ini menegaskan komitmen untuk memperkuat atmosfer seni kota serta mendorong kolaborasi antara pemerintah, seniman, dan masyarakat. Dengan karya-karya mural yang kaya warna dan identitas, wajah kota diharapkan tampil lebih segar dan representatif bagi budaya lokal.
“Semoga kegiatan seperti ini mungkin lebih sering lagi dibuat, sehingga mahasiswa dan para orang kreatif bisa berkreasi dan bereksplorasi,” harap Bastian Lameng.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












