Dalam sambutannya, Uskup Maumere berharap agar inisiatif ini tidak hanya berhenti sebagai wacana, melainkan menjelma menjadi aksi nyata bagi umat di paroki tersebut.
”Saya sangat mendukung apa yang disampaikan oleh Bapak Pastor Paroki tadi: Prokasi Sikka. Mudah-mudahan itu menjadi kenyataan untuk kita di Sika, di Paroki Sika ini,” ujar Bapak Uskup di hadapan umat yang hadir.
Bapak Uskup berharap semangat “Pro Kasih” ini mampu menyalakan harapan baru, terutama bagi generasi muda di Sikka.
Dengan dukungan ini, diharapkan seluruh elemen umat dan perangkat paroki dapat bersinergi untuk mewujudkan program Prokasi demi kesejahteraan bersama dan kemuliaan Tuhan.
”Semoga perayaan 125 tahun ini tidak hanya menjadi kenangan indah, tetapi menjadi titik tolak pembaruan bagi perjalanan Gereja kita,” tutupnya.
Dukungan senada datang dari Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Stefanus Sumandi yang menyebut lembaga legislatif siap mengawal dan mendukung program PROKASISIKA sebagai bentuk penghormatan negara terhadap jasa besar Gereja Katolik dalam membangun peradaban di Sikka.
“Mendukung pembangunan Paroki Sikka bukan sekadar kewajiban konstitusional, tetapi wujud syukur kita kepada para misionaris dan tokoh yang membangun Sikka. Kami melihat kaderisasi pelayan pastoral dan Orang Muda Katolik (OMK) di sini luar biasa, dan mereka adalah agen perubahan kita,” kata Stef Sumandi.
Sekda Sikka: Rebranding Kebanggaan Menjadi Dampak Nyata
Menanggapi visi tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Sikka, Adrianus Firminus Parera, yang juga merupakan putra daerah Sikka, menantang umat untuk tidak terjebak dalam romantisme masa lalu.
Ia menegaskan bahwa kebanggaan akan sejarah “Gereja Tua” harus bertransformasi menjadi aksi nyata melalui program Pro Kasih Sikka.
“Orang Sikka tidak bisa bangga saja dengan cerita kemarin. Saya menawarkan akronim baru untuk kata BANGGA: Bangkit, Bergerak, dan Berdampak,” ujar Alfin Parera sapaan akrabnya.
Alfin Parera menjelaskan Pro Kasih Sikka adalah hasil kolaborasi pemikiran intelektual seminari dan gerak cepat Pastor Paroki untuk memastikan gereja memberikan makna ekonomi dan sosial bagi masyarakat luas.
Melalui Pro Kasih Sikka, Gereja St. Ignatius Loyola Sikka bertransformasi menjadi lebih dari sekadar bangunan bersejarah.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
