Menanggapi hasil tersebut, Satpol PP berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak dan Perempuan serta Badan Penanggulangan HIV/AIDS untuk mendapatkan pendampingan.
“Untuk pelajar SMA yang hamil, kami melakukan koordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak dan Perempuan untuk pendampingan dan akan kita kembalikan ke orang tua,” ujar Yosef Nong.
Sementara itu, bagi yang lain, dilakukan koordinasi untuk karantina kerena harus kembali menjalani pemeriksaan lanjutan di puskesmas pada tanggal 2 Desember.
“Kita juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan HIV/AIDS untuk memberikan pendampingan, penanganan, dan obat-obatan,” ucapnya.
Satpol-pp menghimbau pemilik hotel, kos-kosan dan penginapan untuk tidak memberi ruang kepada para pekerja seks melancarkan aksinya.
Himbauan lain juga ditujukan kepada RT/RW, Lurah dan Camat untuk mengaktifkan kembali pos ronda di setiap kompleks untuk mengawasi aktivitas masyarakat pada malam hari.
“Kami mohon para RT/RW, Lurah dan Camat harus kerja ekstra untuk mengamankan wilayah mereka, kerena kejadian semacam ini semakin marak di Kota Maumere.” tutupnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












