
Dalam dialog tersebut, para pedagang menyampaikan beragam keluh kesah terkait rencana relokasi ke Pasar Alok yang dinilai tidak layak.
Pedagang mengeluhkan berdagang di Pasar Alok tidak laku dibandingkan di Wuring. Mereka menyoroti kondisi tempat yang tidak layak dan minimnya penerangan di Pasar Alok.
“Di pasar Alok tidak bisa kami jualan disana, kami di sana harus bersaing dengan orang yang berjualan partai sedangkan kami jualan eceran,” ujar Ida, salah satu pedagang.
Ida mengungkapkan ketakutan berdagang hingga malam hari karena khawatir dirampok saat perjalanan pulang ke rumah.
Tak hanya itu, Ida juga menjelaskan hasil jualan di Wuring selama ini menjadi tumpuan utama biaya pendidikan anak-anak mereka, termasuk biaya kuliah.
“Hasil jualan di pasar tersebut adalah sumber utama biaya pendidikan tinggi anak saya yang kini menempuh kuliah tahun pertama di Universitas Nusa Nipa,” jelasnya.
Dia berharap pemerintah kabupaten Sikka kembali melihat nasib para pedagang sebelum menutup pasar.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












