“Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok beras di Bulog mencukupi hingga tahun depan,” pungkasnya, menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat Sikka.
Warga berbondong-bondong menyerbu komoditas pokok yang dijual dengan harga jauh di bawah pasaran.
Salah satu warga, Herman dari Nangahure, Kelurahan Hewuli, Kecamatan Alok, mengungkapkan perbedaan harga yang signifikan antara pasar murah dan pasar konvensional.
“Di pasar harga telur Rp60.000, di pangan murah Rp56.000. Di Nangahure harga beras SPHP 5 kg itu Rp70.000, kalau di pangan murah Rp60.000,” jelasnya.
Dia juga mengatakan beras SPHP yang dibeli adalah beras medium yang cukup bersih. Menurutnya ia tidak perlu tapis sebelum masak.
“Beras ini bersih, jadi tingkal angkat lalu masak, jadi enaknya di situ,” tutup Herman.
Herman berharap, kegiatan pangan murah terus digelar untuk membantu masyarakat dengan ekonomi rendah. ***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
