Laporan kerusakan juga terus masuk dari desa-desa sekitar seperti Desa Dawataah (6 unit rumah) dan Desa Karing Lamalouk.
Gempa dangkal dengan kedalaman 5 km ini memicu kepanikan luar biasa. Meski nihil korban jiwa, sebanyak 10 warga Desa Terong dilaporkan mengalami luka-luka.
Hingga saat ini, arus pengungsian mandiri masih terus berlangsung. Total warga yang mengungsi mencapai 134 KRT (670 jiwa) dari Desa Terong dan 70 KRT (430 jiwa) dari Desa Lamahala Jaya.
Warga lebih memilih bermalam di tenda-tenda darurat di lahan terbuka atau di rumah kerabat yang dianggap lebih kokoh karena kekhawatiran akan adanya aktivitas sesar aktif yang memicu gempa susulan.
Sekretaris BPBD Flores Timur bersama tim reaksi cepat telah berada di lokasi kejadian untuk melakukan pengkajian kebutuhan mendesak. Prioritas saat ini adalah penyiapan logistik dan peralatan bagi warga di titik pengungsian.
“Pemerintah Daerah menghimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik. Hindari bangunan yang retak dan selalu perhatikan jalur evakuasi menuju titik kumpul yang aman,” tulis pernyataan resmi BPBD Flores Timur.
Kondisi terkini menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak masih terganggu akibat kepanikan dan fokus warga pada perbaikan darurat tempat tinggal mereka.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
