Muhaimit menambahkan, banjir di wilayah tersebut kerap terjadi setiap musim hujan. Namun hingga kini belum ada penanganan serius dari pemerintah.
Dia bilang, warga telah beberapa kali menyampaikan keluhan, terutama terkait ukuran jembatan yang dinilai terlalu kecil sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan lebat.
Sementara itu, Camat Adonara Timur, Ariston Kolot Ola, mengaku baru menerima laporan terkait banjir tersebut setelah kembali dari Larantuka. Ia langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi lapangan dan memastikan dampak yang ditimbulkan.
“Saya tadi di Larantuka dan mendapat laporan adanya banjir di Desa Terong. Setiba dari sana saya langsung meninjau ke sini untuk melihat langsung kondiisi di lapangan,” katanya.
Ia menambahkan, hingga saat ini pihak kecamatan belum menerima laporan resmi dari pemerintah desa terkait data kerusakan.
Namun hasil peninjauan awal akan segera dilaporkan kepada Bupati Flores Timur untuk ditindaklanjuti, mengingat wilayah tersebut telah memasuki musim hujan dan berpotensi kembali terdampak banjir.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
