“Kita punya tanggung jawab untuk generasi di sekolah. Melalui kelompok yang digerakkan oleh orang-orang peduli ini, kita ingin menanamkan kesadaran berkoperasi di ingatan mereka sejak kecil,” ungkap Jano.
Ia optimis bahwa edukasi yang dimulai dari tingkat akar rumput dan wadah belajar mandiri seperti Pondok Baca akan membuahkan hasil di masa depan.
“Koperasi itu banyak, tapi Pintu Air ingin hadir secara personal di hati masyarakat. Dari sekian banyak benih literasi yang kita tanam hari ini, saya yakin akan ada yang kita panen di masa depan,” tambah Jano.
Aksi ini mendapat apresiasi dari pengelola Pondok Baca Kampung Kabor, Yanto de Flores. Ia menyampaikan terima kasih atas kepedulian manajemen pusat KSP Kopdit Pintu Air yang telah memilih wadah mereka sebagai penerima manfaat.
“Ini luar biasa bagi kami. Pondok Baca adalah tempat anak-anak menambah wawasan di luar jam sekolah. Dengan buku-buku ini, mereka tidak hanya membaca pengetahuan umum, tapi juga belajar tentang sejarah koperasi yang berkembang pesat di tanah air,” kata Yanto.
Ia menambahkan bahwa dengan memahami sejarah dan cara pelayanan Pintu Air, diharapkan anak-anak tersebut tumbuh menjadi generasi yang paham akan manfaat berkoperasi bagi kesejahteraan masyarakat.
Donasi buku ini merupakan salah satu dari rangkaian agenda sosial yang dirancang KSP Kopdit Pintu Air dalam menyambut usianya yang ke-31.
Selain fokus pada literasi, pihak koperasi juga merencanakan berbagai kegiatan lain yang menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah tersebut.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












