Fredy merincikan bahwa harga telur ayam di pasar saat ini bervariasi antara Rp65.000 hingga Rp68.000 per rak. Kenaikan ini dipicu oleh tingginya harga pasokan dari tingkat distributor.
“Harga Terendah Rp65.000/rak, harga tertinggi Rp68.000/rak. Hal ini disebabkan harga modal dari distributor sudah tinggi, memaksa pedagang menyesuaikan harga jual demi menjaga margin keuntungan,” jelasnya.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten TTU melalui TPID berkomitmen untuk terus mengawal pergerakan harga guna menjaga daya beli masyarakat.
Fredy menegaskan bahwa operasi pasar akan terus digencarkan untuk menekan potensi inflasi.
“Ini menjadi perhatian serius Pemda TTU. Kami akan melakukan operasi pasar sehingga tidak menyulitkan masyarakat, terutama menjelang Lebaran, karena harga pangan yang tinggi berpotensi meningkatkan inflasi,” pungkasnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
