Guna mencegah situasi semakin tak terkendali, polisi sempat mengamankan dan menarik beberapa peserta aksi dari kerumunan.
Salah satu massa aksi sempat terluka di bagian leher dengan luka goresan yang cukup panjang.

Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan sekaligus desakan agar Polres Sikka bekerja profesional dan mendalam dalam menyelidiki kasus kematian siswi SMP di Desa Rubit.
Ketua GMNI Sikka, Wilfridus Igo, menilai perlu adanya telaah mendalam agar tabir penyebab kematian korban terungkap secara terang benderang.
“Kami menuntut penyelidikan yang jujur, transparan, dan dilakukan dengan telaah mendalam secara hukum agar keadilan bagi korban di Desa Rubit bisa ditegakkan,” teriak salah satu orator di tengah aksi.
Setelah situasi mereda pasca-bentrokan, pihak Polres Sikka akhirnya melunakkan penjagaan. Massa aksi kemudian dipersilakan masuk ke halaman Mako Polres Sikka untuk melanjutkan orasi serta menyampaikan pernyataan sikap mereka secara langsung kepada jajaran pimpinan Kepolisian Resor Sikka.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












