Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Kawal Kasus Siswi SMP di Rubit, Aksi GMNI Sikka Berakhir Ricuh, Mahasiswa dan Polisi Adu Jotos

Di tengah kerumunan, terjadi adu jotos antara massa dan aparat. Beberapa anggota kepolisian yang tersulut emosi terlihat melayangkan pukulan dan tendang serta sesekali menggunakan pentungan ke arah mahasiswa.

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
Screenshot 2026 03 04 15 02 24 908 com.miui .mediaviewer edit
Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka di depan Markas Kepolisian Resor (Mako Polres) Sikka, Rabu (4/3/2026), berakhir ricuh. | (Foto: Nivan Gomez).

Guna mencegah situasi semakin tak terkendali, polisi sempat mengamankan dan menarik beberapa peserta aksi dari kerumunan.

Salah satu massa aksi sempat terluka di bagian leher dengan luka goresan yang cukup panjang.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg
Screenshot 2026 03 04 15 03 08 118 com.miui .mediaviewer edit
Salah satu massa aksi sempat terluka di bagian leher. | (Foto: Nivan Gomez).

Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan sekaligus desakan agar Polres Sikka bekerja profesional dan mendalam dalam menyelidiki kasus kematian siswi SMP di Desa Rubit.

Ketua GMNI Sikka, Wilfridus Igo, menilai perlu adanya telaah mendalam agar tabir penyebab kematian korban terungkap secara terang benderang.

“Kami menuntut penyelidikan yang jujur, transparan, dan dilakukan dengan telaah mendalam secara hukum agar keadilan bagi korban di Desa Rubit bisa ditegakkan,” teriak salah satu orator di tengah aksi.

Setelah situasi mereda pasca-bentrokan, pihak Polres Sikka akhirnya melunakkan penjagaan. Massa aksi kemudian dipersilakan masuk ke halaman Mako Polres Sikka untuk melanjutkan orasi serta menyampaikan pernyataan sikap mereka secara langsung kepada jajaran pimpinan Kepolisian Resor Sikka.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung