“Beberapa waktu lalu beberapa pihak datang ke tempat ini untuk melakukan redistribusi tanah, namun hal itu menurut kami hanya mau menutupi konflik yang terjadi,” ujarnya.
Dengan aksi memblokir jalan utama membuat PT Krisrama menarik mundur puluhan traktor yang akan digunakan untuk pembersihan lahan.
Meski demikian, sejumlah karyawan tetap melakukan pembersihan lahan menggunakan sensor dan parang.
Pantauan NTT-Post.com di lokasi, ratusan tanaman seperti pisang, pohon mete dan beberapa tanaman lain yang berada di lokasi Utan Wair semuanya ditebang.
Kondisi sempat memanas ketika warga mengusir puluhan karyawan PT Krisrama yang sedang membabat tanaman tersebut menggunakan batu dan busur panah.
Aksi tersebut juga memicu amarah dari karyawan PT Krisrama dan nyaris menyerang warga. Namun pihak kepolisian sektor Waigete segera melerai dan mengamankan situasi tersebut.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
