NTT-Post.com, KEFAMENANU – Ketua Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang juga Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu, meluapkan kekecewaannya terhadap kinerja Koordinator SPPI dan SPPG Kabupaten TTU.
Kekecewaan itu disampaikan saat rapat koordinasi bersama para stakeholder di Aula Kantor Bupati TTU, Senin, 2 Maret 2026, menyusul temuan menu makanan MBG yang disajikan kepada siswa dalam kondisi berulat dan basi.
Menurut Wakil Bupati, pada rapat koordinasi Januari 2026 telah disepakati bahwa bahan baku seperti daging ayam, telur, dan beras harus dalam kondisi segar serta dipasok dari masyarakat lokal TTU. Namun hingga Maret 2026, pengelola dapur MBG masih menggunakan ayam beku (frozen).
“Perlakuan seperti ini sangat tidak bisa diterima. Anak-anak sekolah di TTU harus mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi, bukan makanan berulat,” kata Kamilus.
“Pemerintah pusat membayar mahal SPPI dan SPPG supaya bekerja serius membantu mencerdaskan anak bangsa, bukan membuat mereka keracunan,” imbuhnya.
Ia menambahkan, kejadian di SMK Negeri 1 Kefamenanu harus menjadi pelajaran serius bagi semua pihak agar lebih bertanggung jawab dalam pengawasan program MBG.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
