Ia mengungkapkan banyak fasilitas yang mengalami kerusakan berat, termasuk instalasi sanitasi (WC), yang mengganggu kenyamanan hunian.
Lebih lanjut, Kristo menyebut bahwa dalam APBD TTU saat ini tidak terdapat alokasi anggaran untuk pemeliharaan rutin bulanan maupun tahunan bagi rumah jabatan tersebut.
“Kondisi Rujab Wakil II memang memprihatinkan karena banyak yang rusak. Kami awalnya berencana melakukan perbaikan ringan, namun konsultan merekomendasikan rehabilitasi berat karena usia bangunan,” tambahnya.
Defisit APBD Jadi Penghambat
Rencana renovasi total hingga kini belum bisa terealisasi akibat kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami defisit.
Kristo menegaskan, jika kondisi APBD sehat, rehabilitasi berat adalah prioritas agar gedung tersebut layak ditempati sebagai simbol pejabat daerah.
“Meski kondisinya memprihatinkan, kami pimpinan tetap menempatinya sampai sekarang. Kalau teman-teman media mau cek kondisi dan faktanya, silakan datang langsung ke rumah dinas,” tutup Kristo.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












