Indeks
Daerah  

Tragis! Seorang Guru di Sikka Pingsan dan Alami Luka Jahit Usai Diduga Dipermalukan Bupati di Depan Ratusan Rekan Sejawat

Avelinus jatuh pingsan hingga harus dilarikan ke RSUD TC Hillers Maumere setelah diduga mendapatkan perlakuan verbal yang kasar dan "bullying" dari Bupati Sikka dalam sebuah pertemuan resmi di Dinas PKO Kabupaten Sikka, Kamis, (16/1/2026). 

Reporter : Redaksi Editor: Tim Redaksi
IMG 20260116 110430
Avelinus Nong, Wakil Kepala Sekolah SDN Hamar, yang menjadi korban kemarahan Bupati Sikka. | (Foto: NTT-Post)

NTT-Post.com, SIKKA – Sebuah insiden memilukan menimpa Avelinus Nong, Wakil Kepala Sekolah SDN Hamar, di Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka.

Avelinus jatuh pingsan hingga harus dilarikan ke RSUD TC Hillers Maumere setelah diduga mendapatkan perlakuan verbal yang kasar dan “bullying” dari Bupati Sikka dalam sebuah pertemuan resmi di Dinas PKO Kabupaten Sikka, Kamis, (16/1/2026).

Peristiwa ini bermula saat rapat koordinasi Kepala sekolah bersama Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, di kantor Dinas PKO.

Dalam sesi dialog, Avelinus menggunakan kesempatan tersebut untuk melaporkan keresahan pihak sekolah mengenai pengukuran lahan SDN Hamar secara sepihak oleh pihak desa untuk pembangunan Koperasi Merah Putih.

Avelinus mengkhawatirkan dampak pembangunan tersebut yang berpotensi menggusur rumah dinas guru dan fasilitas sekolah lainnya.

Ia mengaku langkah ini diambil agar Dinas PKO mendapatkan informasi akurat terkait kondisi di lapangan yang diduga dilakukan tanpa koordinasi dengan Dinas Pendidikan.

“Saya hanya meminta solusi Pak Bupati, kerena di lokasi yang diukur tersebut ada teman guru yang tinggal dan dijadikan mes guru, kalau diukur lalu dibangun Kopdes maka teman guru tinggal dimana,” tuturnya saat ditemui di kediaman, di Pelibaler, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Jumat, (16/1/2026).

Namun, respons yang diterima Avelinus jauh dari harapan. Alih-alih mendapatkan solusi atas persoalan lahan sekolah, Avelinus justru dipanggil ke depan dan menjadi sasaran kemarahan Bupati.

Pemicunya, Avelinus kedapatan merokok bersama sejumlah tekan gurunya saat sesi dialog berlangsung, sebuah tindakan yang ia akui dilakukan tanpa maksud tidak menghormati.

“Bapak Bupati bukannya menjawab memberikan solusi, malah menangkap saya waktu itu karena saya merokok bersama teman-teman yang lain. Saya akui saya merokok, tapi tidak sengaja dan bukan bermaksud tidak menghargai,” ujar Avelinus.

Avelinus menuturkan bahwa dirinya dipanggil ke depan forum dan “dibully” habis-habisan di hadapan ratusan kepala sekolah. Ia menyebut kata-kata yang dilontarkan sangat tidak layak bagi seorang pendidik maupun sebagai manusia.

“Beliau mengatakan etika saya bejat dan tidak pantas jadi Plt kepala sekolah, beliau juga menyebut saya pantas dicegat di jalan (skak) dan masih banyak lagi kata-kata hinaan yang saya terima,” tuturnya.

Avelinus mengaku, perkataan Bupati membuatnya merasa seperti penjahat kelas kakap yang sedang diadili.

“Saya dihina habis-habisan mulai dari tempat duduk hingga sampai di depan forum. Saya saat itu merasa seperti bukan manusia lagi,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Tekanan mental yang hebat dan rasa malu yang luar biasa di hadapan rekan sejawat membuat kondisi fisik Avelinus ambruk.

Saat dihadapkan kepada seluruh peserta rapat di depan ruangan, ia seketika jatuh pingsan dan tak sadarkan diri.

Kondisi bibir bagian atas Avelinus Nong, usai dijahit sebanyak lima kali, yang diduga jatuh pingsan setelah menerima bulyan dari Bupati Sikka | (Foto: NTT-Post)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version