Indeks
Daerah  

Tragis! Seorang Guru di Sikka Pingsan dan Alami Luka Jahit Usai Diduga Dipermalukan Bupati di Depan Ratusan Rekan Sejawat

Avelinus jatuh pingsan hingga harus dilarikan ke RSUD TC Hillers Maumere setelah diduga mendapatkan perlakuan verbal yang kasar dan "bullying" dari Bupati Sikka dalam sebuah pertemuan resmi di Dinas PKO Kabupaten Sikka, Kamis, (16/1/2026). 

Reporter : Redaksi Editor: Tim Redaksi
IMG 20260116 110430
Avelinus Nong, Wakil Kepala Sekolah SDN Hamar, yang menjadi korban kemarahan Bupati Sikka. | (Foto: NTT-Post)

Akibat jatuh tersebut, bibir bagian bawah Avelinus mengalami luka robek yang cukup serius. Ia kemudian ditandu oleh beberapa guru dan dilarikan ke RSUD TC Hillers.

“Di rumah sakit, bibir saya dijahit sebanyak lima kali akibat jatuh itu. Saya sangat malu, harga diri saya runtuh,” jelasnya.

Mirisnya, menurut Avelinus bukannya membantu Bupati Sikka malah menegur dirinya yang sementara jatuh tersungkur untuk bangun dan berobat dengan alasan masih ada kegiatan lanjutan.

“Bahkan saat saya mulai sadar sedikit setelah pingsan, Bupati hanya berteriak menyuruh saya bangun untuk berobat karena kegiatan masih lanjut, tanpa ada niat menolong,” kenang Avelinus.

Avelinus menduga kuat bahwa perlakuan keras yang diterimanya berkaitan dengan masalah lahan Koperasi Merah Putih yang ia interupsi sebelumnya.

“Saya menduga ini bukan sekadar pembinaan, tapi perundungan yang sadis karena saya menyuarakan masalah lahan tersebut. Padahal selama ini rekam jejak saya sebagai guru bersih, saya ikut membangun fasilitas sekolah dengan tangan sendiri,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Angelina Nurak, Kepala Sekolah SDK Kloangpopot yang juga berasal di lokasi kejadian bahkan sempat membawa Avelinus Nong ke rumah sakit untuk berobat.

Angelina Nurak, Kepala Sekolah SDK Kloangpopot yang juga berasal di lokasi kejadian. | (Foto: NTT-Post)

Menurut Angelina Nurak, yang juga merupakan adik kandung korban, membeberkan kondisi psikologis kakaknya yang kini berada di titik terendah.

​Menurut Angelina, suasana dalam ruangan sangat mencekam saat Bupati memerintahkan kakaknya maju ke depan. Avelinus hanya bisa tertunduk menahan malu yang luar biasa sebelum akhirnya tumbang.

​”Pertama Kakak disuruh berdiri, lalu disuruh maju. Dia tunduk saja karena malu sekali. Setelah sadar, Kakak bilang kepada saya: ‘Saya jatuh bukan karena kecapaian, tapi karena malu yang luar biasa. Saya merasa lebih hina dari binatang. Untuk apa lagi saya hidup?’” tiru Angelina sambil menahan meneteskan air mata.

​Angelina juga menggambarkan betapa sadisnya tekanan verbal saat itu, hingga membuat para guru lain yang menyaksikan ikut ketakutan.

“Bayangkan, teman-teman guru yang lain saja yang hanya menyaksikan sampai gemetar kaki tangannya, tidak bisa berdiri. Apalagi kakak saya yang menjadi sasaran langsung.” tuturnya.

​Kondisi Avelinus dilaporkan sangat drop secara mental. Dalam pertemuan keluarga setelah kejadian, Avelinus sempat melontarkan pernyataan yang mengkhawatirkan terkait kelangsungan hidupnya jika harga dirinya tidak dipulihkan.

​”Tadi malam kami berkumpul, istri dan anak-anak semua menangis. Kakak saya bilang, kalau masalah ini tidak diselesaikan, dia tidak tahu lagi bagaimana cara melanjutkan hidup. Harga dirinya sebagai guru dan manusia sudah diinjak-injak,” kata Angelina.

Sementara Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp belum menjawab dan memberikan keterangan.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version