Kamillus mengimbau agar potensi lahan yang melimpah ini dikelola secara optimal melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, petugas penyulu h, dan kelompok tani.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif petani di setiap tahapan mulai dari olah lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga panen agar hasil yang diperoleh maksimal dan berkelanjutan.
“Kerja sama dan pendampingan yang berkelanjutan sangat dibutuhkan. Pemerintah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani harus terus membangun koordinasi agar berbagai tantangan yang dihadapi petani dapat ditangani bersama,” tambahnya.
Ia berharap areal Toemuke dapat terus berkembang menjadi salah satu sentra produksi padi utama yang mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kabupaten TTU.
Turut hadir dalam kegiatan simbolis tersebut Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten TTU, Camat Noemuti Timur, Kepala Desa Haekto, Ketua Tim Kerja (Katimker) Kementerian Pertanian, para penyuluh lapangan, serta Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) persawahan Toemuke.
Melalui pendampingan teknis yang berkelanjutan, pengelolaan sumber daya air yang optimal, dan sinergi lintas sektor, Pemkab TTU optimistis kawasan persawahan Toemuke dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor pertanian yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan di Kabupaten Timor Tengah Utara.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












