NTT-Post.com, SIKKA – Laga semifinal Turnamen Sepak Bola Soeratin Cup 2026 Piala Gubernur NTT yang mempertemukan tuan rumah Persami Maumere melawan BMP Flores Timur (Flotim) berakhir dengan preseden buruk bagi dunia sepak bola daerah.
Pertandingan panas yang digelar di Stadion Gelora Samador Maumere, Rabu, (12/8/2026) tersebut diwarnai insiden kericuhan, indikasi kepemimpinan wasit yang berpihak, hingga aksi walk out oleh para pemain BMP Flotim sebagai bentuk protes terbuka.
Puncak kontroversi meletus pada menit ke-65 saat skor masih imbang. Berawal dari skema tendangan sudut yang dieksekusi pemain Persami Maumere, kapten tim bernomor punggung 19 menyambut bola dengan sundulan terarah ke gawang BMP Flores Timur.
Bola melewati barisan pertahanan dan bergerak mendekati garis gawang sebelum akhirnya berhasil ditendang keluar oleh pemain bertahan BMP Flotim.
Seketika, kapten Persami melayangkan protes keras kepada wasit utama pertandingan dan mengklaim bola telah sepenuhnya melintasi garis gawang.

Protes tersebut dengan cepat menyulut emosi penonton di bagian timur gawang BMP Flotim. Sejumlah oknum suporter yang duduk didalam pagar merangsek mendekati area lapangan dan mengejar hakim garis (wasit asisten), memicu kericuhan yang memaksa hakim garis mengamankan diri ke arah meja Inspektur Pertandingan (IP).
Pengesahan Gol 5 Menit Pasca-Kemelut Tanpa Regulasi VAR
Guna meredakan situasi di pinggir lapangan, wasit utama menghentikan pertandingan sementara waktu.
Setelah situasi keamanan relatif terkendali, wasit utama bersama seluruh perangkat pertandingan melakukan diskusi tertutup di pinggir lapangan selama kurang lebih lima menit untuk meninjau ulang insiden kemelut tersebut.
“Peninjauan ulang atau ‘review’ video gol secara mendadak di tengah laga tidak pernah disepakati dalam TechnicalMeeting (TM) sebelum turnamen. Keputusan yang diambil lima menit setelah permainan berlanjut ini dinilai cacatprosedur dan sangat merugikan,” tegas salah satu staf official BMP Flores Timur saat melayangkan protes di area teknik.
Keputusan mengejutkan akhirnya diambil, wasit mengesahkan kemelut tersebut sebagai gol bagi pertama Persami Maumere.
Keputusan ini memicu protes keras dari jajaran official, pelatih, dan pemain BMP Flores Timur. Mereka menilai pengesahan gol tersebut sarat intervensi dan tidak memiliki dasar hukum yang jelas dalam regulasiteknis pertandingan yang disepakati bersama.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












