BMKG menjelaskan, kondisi atmosfer yang tidak stabil diperparah oleh adanya Sirkulasi Siklonik di Laut Banda yang memicu terbentuknya daerah belokan angin, pertemuan angin, serta perlambatan kecepatan angin di wilayah NTT.
“Kondisi ini mendukung terjadinya hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat,” kata Sti Nenot’ek.
Meski demikian, BMKG memastikan bahwa tidak ada wilayah yang berpotensi angin kencang pada 7 dan 9 Desember 2025.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang yang berpotensi terjadi akibat hujan intensitas tinggi. Selain itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sambaran petir.
“Masyarakat diimbau untuk menghindari tempat tinggi dan dataran luas saat terjadi petir, tidak berlindung di bawah pohon, serta menjauhi tiang listrik, kolam renang, dan badan air. Matikan alat elektronik dan komunikasi untuk mengurangi risiko sambaran petir,” tambahnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












