Indeks

Luncurkan NTT Mart by Dekranasda Sikka, Gubernur NTT Singgung Soal Mental Pengusaha: Untung Jangan Habis di Pesta, Stop!

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena secara terbuka menyoroti mental sebagian pengusaha yang menghabiskan keuntungan tanpa perencanaan, sehingga usaha sulit berkembang.

Reporter : Ade Riberu Editor: Tim Redaksi
FotoJet 8
Peluncuran NTT Mart by Dekranasda Sikka, Minggu, 14 Desember 2025. (Foto: Ade / NTT-Post.com)

NTT-Post.com, MAUMERE – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyoroti mental dan pola pengelolaan keuangan sebagian pengusaha di NTT yang menurutnya cenderung dihabiskan untuk kesenangan sesaat. Hal ini disorotinya saat meluncurkan NTT Mart by Dekranasda Sikka di Jalan Ahmad Yani, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Minggu, 14 Desember 2025.

Gubernur Melki Laka Lena mengatakan, masih banyak pelaku usaha di NTT yang keliru dalam memaknai keuntungan. Menurutnya, setelah memperoleh laba, sebagian pengusaha justru menghabiskan seluruh hasil penjualannya tanpa perencanaan untuk produksi dan pengembangan usaha berikutnya. Padahal, kata dia, keuntungan usaha seharusnya dikelola secara bijak.

“Banyak pengusaha di NTT ini setelah dapat untung habis saat itu juga. (Padahal) Pengusaha yang benar itu ketika dia sudah mengejar sesuatu dia mulai memisahkan, mana untuk produksi berikutnya, mana untuk simpanan untuk pengembangan, mana untuk kebutuhan yang dia pakai,” kata Melki Laka Lena.

Baca Juga: ASN Dilarang Belanja di Pasar Ilegal, Pedagang Wuring: “Keterlaluan, Ini Bupati Mau Bunuh Kami”

Ia mencontohkan praktik usaha yang tidak sehat, ketika biaya produksi sebesar 10 dijual dengan harga 15, namun seluruh hasil penjualan tersebut langsung dihabiskan.

“Mereka (pengusaha, red) bilang kita harus bergembira ria, pesta, hantam sudah segala macam. Besok pagi bangun, pergi lagi di pemerintah dan perbankan minta uang, itu stop sudah model begitu!” tegasnya.

Gubernur NTT Melki Laka Lena di acara launching NTT Mart by Dekranasda Sikka. (Foto: Ade / NTT-Post.com)

Melki Laka Lena menilai, persoalan tersebut tidak semata-mata soal modal, melainkan berkaitan erat dengan literasi dan manajemen keuangan pelaku usaha, khususnya IKM/UMKM. Karena itu, ia menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar pengusaha mampu mengelola hasil usahanya secara konsisten dari waktu ke waktu.

“Harus ada bantuan literasi keuangan agar semua pengusaha UMKM ini tahu bagaimana dia berproduksi secara konsisten dari waktu ke waktu. Itu karena dia sudah berproduksi dan ada hasil, hasil itu harus dia pisahkan,” ujarnya.

Baca Juga: Abaikan Desakan Mantan Bupati, Lapak Pedagang di Pasar PNPM Wuring Tetap Dibongkar

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version