Jano mensimulasikan, jika Kopdit Pintu Air membeli HP merek Vivo dengan harga perunit Rp1 juta maka, Pintu Air akan menjual ke anggota dengan harga Rp1,1 juta.
Dan anggota bisa kembali menjual dengan harga yang lebih tinggi sesuai harga pasar. Hal tersebut kata Jano, untuk mendukung usaha anggota agar mendapatkan untung lebih besar.
“Koperasi hanya menjadi jembatan yang langsung terhubung dengan pabrik. Jadi anggota bisa dapat untung lebih besar,” tuturnya.
Dukungan Penuh dari Vivo Indonesia
Dalam kegiatan tersebut, Kopdit Pintu Air mengutus Sekretaris 1, Agustinus Nong, bersama Sabinus Moa (SPI) untuk mengikuti program yang melibatkan kunjungan langsung ke Toko HP BMI VIVO di Tangerang dan Kantor Pusat Vivo Indonesia di PIK 2.
Dalam kunjungan ke Kantor Vivo Indonesia, delegasi Pintu Air dan enam koperasi besar lainnya disambut hangat oleh jajaran pimpinan Vivo, termasuk Jason Fu (Manager Vivo khusus Koperasi), Mr. Hardy (Chanel Manager), serta Mr. Tony (CEO PT. Zhi Sheng Indonesia, distributor resmi Vivo).
“Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan komitmen serius Vivo dalam membangun ekosistem ritel smartphone yang kuat melalui kemitraan koperasi.” tutupnya.
Lanjut Jano, kerja sama penjualan perdana produk Vivo melalui Kopdit Pintu Air ini direncanakan akan dimulai setelah manajemen Vivo Indonesia mengunjungi kantor pusat Kopdit Pintu Air untuk mempresentasikan program tersebut, dalam waktu dekat ini.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
