Ajak Kopdit Pintu Air Basmi Rentenir
Camat Alok juga mengingatkan persaingan Kopdit Pintu Air dengan koperasi harian atau rentenir yang kini merambah hingga ke lorong-lorong pemukiman warga miskin.
Ia berharap pengurus dan karyawan KSP Kopdit Pintu Air Cabang Madawat lebih proaktif turun ke lapangan.
“Banyak koperasi pagi, siang, malam yang langsung masuk ke lorong-lorong. Mereka memang cairkan uang dalam hitungan detik, tapi bunganya mencekik. Saya berharap karyawan Pintu Air juga masuk sampai ke lorong-lorong untuk membasmi praktik rentenir ini dengan pelayanan yang berkualitas,” tegasnya.
Camat Alok mengakui bahwa secara tidak langsung, Pintu Air telah berkontribusi besar dalam menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Sikka.
Dengan menyerap 3.000 tenaga kerja dan menyediakan berbagai paket tabungan serta simpan pinjam yang terjangkau, Pintu Air telah menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan.
“Pintu Air sudah menghidupi ribuan keluarga melalui lapangan kerja yang diciptakan. Dengan jumlah anggota mencapai setengah juta orang, ini adalah kekuatan ekonomi yang dahsyat,” pungkasnya.
Peresmian kantor cabang Madawat ini diharapkan menjadi oase baru bagi warga Kelurahan Madawat dan sekitarnya untuk mendapatkan akses keuangan yang sehat, adil, dan memanusiakan anggota.
Sementara Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, mengungkapkan bahwa pembukaan Cabang Madawat merupakan langkah strategis untuk memecah penumpukan anggota di Kantor Cabang Induk. Menurutnya, kenyamanan anggota adalah prioritas utama yang harus dijaga.
”Maksudnya supaya ada pendekatan pelayanan dan tidak tumpuk-tumpuk di Cabang Induk. Karena kalau jumlahnya terlalu besar, pelayanan menjadi kurang maksimal meski karyawan sudah siap lahir batin. Antrean yang terlampau panjang harus kita hindari,” tegas Jano.
Hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 4.392 anggota telah terdaftar di Cabang Madawat. Jano berharap pengelola cabang baru ini mampu bekerja maksimal dan terus berkembang hingga mampu melahirkan anak cabang lainnya.
Lebih lanjut, Tokoh Koperasi Nasional ini memaparkan visi besar lembaga yang dipimpinnya.
Pintu Air menargetkan pembentukan 500 kantor cabang yang tersebar di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Target ini bukan tanpa alasan, Jano ingin setiap kecamatan dan kelurahan di NTT memiliki akses koperasi agar budaya menabung terbentuk di tengah masyarakat.
”Tanpa menabung, siapa pun tidak akan berkembang. Ini pekerjaan berat kita bersama, termasuk Pak Camat dan Ibu Lurah, untuk berperang melawan kemiskinan,” ungkapnya.
Peresmian kantor cabang Madawat ini diharapkan menjadi oase baru bagi warga Kelurahan Madawat dan sekitarnya untuk mendapatkan akses keuangan yang sehat, adil, dan memanusiakan anggota.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
