Indeks

Resmikan Cabang Madawat, Camat Alok Sebut Kopdit Pintu Air Setara BUMN dan Ajak Basmi Rentenir

"Moto ini sangat sederhana, namun baktinya sudah terbukti nyata. Bukan hanya di Kabupaten Sikka, tapi di seluruh Indonesia. Dengan 3.000-an karyawan dan 500.000 anggota, pencapaian Pintu Air ini luar biasa. Jika disejajarkan, ini Pintu Air sejajar dengan BUMN seperti BNI atau BRI," ujar Cheri Newar

Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
Screenshot 2026 04 09 18 17 09 212 com.miui .gallery edit
Peresmian Kopdit Pintu Air Cabang Madawat ditandai dengan pembukaan tirai papan nama kantor oleh Camat Alok, Rudolf M. Cherubim Newar, didampingi Lurah Madawat, Ketua KSP Kopdit Pintu Air Yakobus Jano, Ketua Pengawas, General Manajer, serta jajaran pengelola cabang Madawat. | (Foto: Nivan Gomez).

Ajak Kopdit Pintu Air Basmi Rentenir

Camat Alok juga mengingatkan persaingan Kopdit Pintu Air dengan koperasi harian atau rentenir yang kini merambah hingga ke lorong-lorong pemukiman warga miskin.

Ia berharap pengurus dan karyawan KSP Kopdit Pintu Air Cabang Madawat lebih proaktif turun ke lapangan.

“Banyak koperasi pagi, siang, malam yang langsung masuk ke lorong-lorong. Mereka memang cairkan uang dalam hitungan detik, tapi bunganya mencekik. Saya berharap karyawan Pintu Air juga masuk sampai ke lorong-lorong untuk membasmi praktik rentenir ini dengan pelayanan yang berkualitas,” tegasnya.

Camat Alok mengakui bahwa secara tidak langsung, Pintu Air telah berkontribusi besar dalam menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Sikka.

Dengan menyerap 3.000 tenaga kerja dan menyediakan berbagai paket tabungan serta simpan pinjam yang terjangkau, Pintu Air telah menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan.

“Pintu Air sudah menghidupi ribuan keluarga melalui lapangan kerja yang diciptakan. Dengan jumlah anggota mencapai setengah juta orang, ini adalah kekuatan ekonomi yang dahsyat,” pungkasnya.

Peresmian kantor cabang Madawat ini diharapkan menjadi oase baru bagi warga Kelurahan Madawat dan sekitarnya untuk mendapatkan akses keuangan yang sehat, adil, dan memanusiakan anggota.

Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano. | (Foto: Nivan Gomez)

Sementara Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, mengungkapkan bahwa pembukaan Cabang Madawat merupakan langkah strategis untuk memecah penumpukan anggota di Kantor Cabang Induk. Menurutnya, kenyamanan anggota adalah prioritas utama yang harus dijaga.

​”Maksudnya supaya ada pendekatan pelayanan dan tidak tumpuk-tumpuk di Cabang Induk. Karena kalau jumlahnya terlalu besar, pelayanan menjadi kurang maksimal meski karyawan sudah siap lahir batin. Antrean yang terlampau panjang harus kita hindari,” tegas Jano.

​Hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 4.392 anggota telah terdaftar di Cabang Madawat. Jano berharap pengelola cabang baru ini mampu bekerja maksimal dan terus berkembang hingga mampu melahirkan anak cabang lainnya.

​Lebih lanjut, Tokoh Koperasi Nasional ini memaparkan visi besar lembaga yang dipimpinnya.

Pintu Air menargetkan pembentukan 500 kantor cabang yang tersebar di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Target ini bukan tanpa alasan, Jano ingin setiap kecamatan dan kelurahan di NTT memiliki akses koperasi agar budaya menabung terbentuk di tengah masyarakat.

​”Tanpa menabung, siapa pun tidak akan berkembang. Ini pekerjaan berat kita bersama, termasuk Pak Camat dan Ibu Lurah, untuk berperang melawan kemiskinan,” ungkapnya.

Peresmian kantor cabang Madawat ini diharapkan menjadi oase baru bagi warga Kelurahan Madawat dan sekitarnya untuk mendapatkan akses keuangan yang sehat, adil, dan memanusiakan anggota.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version