Indeks

Resmikan Cabang Madawat, Camat Alok Sebut Kopdit Pintu Air Setara BUMN dan Ajak Basmi Rentenir

"Moto ini sangat sederhana, namun baktinya sudah terbukti nyata. Bukan hanya di Kabupaten Sikka, tapi di seluruh Indonesia. Dengan 3.000-an karyawan dan 500.000 anggota, pencapaian Pintu Air ini luar biasa. Jika disejajarkan, ini Pintu Air sejajar dengan BUMN seperti BNI atau BRI," ujar Cheri Newar

Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
Screenshot 2026 04 09 18 17 09 212 com.miui .gallery edit
Peresmian Kopdit Pintu Air Cabang Madawat ditandai dengan pembukaan tirai papan nama kantor oleh Camat Alok, Rudolf M. Cherubim Newar, didampingi Lurah Madawat, Ketua KSP Kopdit Pintu Air Yakobus Jano, Ketua Pengawas, General Manajer, serta jajaran pengelola cabang Madawat. | (Foto: Nivan Gomez).

NTT-Post.com, SIKKA – Langkah ekspansi strategis terus dilakukan oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Pintu Air untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Koperasi yang lahir dari Rotat ini secara resmi membuka Kantor Cabang Madawat yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Kamis, (9/4/2026).

Peresmian ini ditandai dengan pembukaan tirai papan nama kantor oleh Camat Alok, Rudolf M. Cherubim Newar, didampingi Lurah Madawat, Ketua KSP Kopdit Pintu Air Yakobus Jano, Ketua Pengawas, General Manajer, serta jajaran pengelola cabang Madawat.

Dalam sambutannya, Camat Alok, Rudolf M. Cherubim Newar, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pertumbuhan pesat Kopdit Pintu Air.

Ia menyoroti moto koperasi tersebut, “Aku Susah Kau Bantu, Kau Susah Aku Bantu,” sebagai kekuatan utama yang mampu mengonsolidasikan masyarakat dari berbagai lapisan.

“Moto ini sangat sederhana, namun baktinya sudah terbukti nyata. Bukan hanya di Kabupaten Sikka, tapi di seluruh Indonesia. Dengan 3.000-an karyawan dan 500.000 anggota, pencapaian Pintu Air ini luar biasa. Jika disejajarkan, ini Pintu Air sejajar dengan BUMN seperti BNI atau BRI,” ujar Cheri Newar.

Camat Alok, Rudolf M. Cherubim Newar. | (Foto: Nivan Gomez)

Ia bahkan membandingkan bahwa jika BUMN disuntik dana oleh pemerintah, Pintu Air justru tumbuh mandiri melalui kekuatan gotong royong anggota.

“Ini prestasi yang tidak semua orang mampu buat. Kami yang muda harus banyak belajar dari Bapak Jano dan teman-teman di Pintu Air,” tambahnya.

Meski berada di pusat kota, Cheri Newar mengingatkan bahwa tantangan kemiskinan di Kecamatan Alok masih sangat nyata.

Dari 31 ribu penduduk di Kecamatan Alok, Kelurahan Madawat menyumbang sekitar 7.000 jiwa.

Ia mencatat bahwa di wilayah tersebut masih terdapat angka pengangguran yang tinggi serta masalah stunting dan gizi buruk.

Ia menitipkan pesan khusus agar kehadiran kantor cabang di Madawat tidak hanya menjadi pusat transaksi, tetapi juga menjalankan tanggung jawab sosial (CSR).

“Di belakang kantor ini, di sebelah kali, ada masyarakat kita yang masih susah di RW 06. Saya mohon dukungan Pintu Air untuk hadir di sana sebagai bentuk tanggung jawab moral perusahaan,” pintanya.

Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Sekretaris Satu KSP Kopdit Pintu Air, Camat Alok dan Lurah Madawat serta umat yang mengikuti misa syukur. | (Foto: Nivan Gomez)

Lebih lanjut, Camat Alok juga menyoroti tantangan besar berupa pola pikir konsumtif masyarakat Sikka yang sering kali lebih memprioritaskan pesta daripada pendidikan atau investasi jangka panjang.

“Di sini uang banyak habis untuk pesta, bahkan kadang cicilan mobil lebih besar dari kemampuan rumah tangga. Ini tantangan kita bersama untuk mengubah pola pikir ekonomi masyarakat menjadi lebih produktif.” ujarnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version