Indeks

TRUK-F Desak Polres Sikka Percepat Proses Kasus Dugaan Eksploitasi 13 LC di Pup Eltras

"Setelah mereka ambil keterangan dari Andi, baru mereka gelar. Setelah itu baru kita dapat perkembangan yang baru bagaimana. Saya berharap tidak lama-lama, besok paling lambat sudah gelar," ujar Suster Ika.

Reporter : Redaksi Editor: Tim Redaksi
IMG 20260124 205501
Kepala Truk-F, Suster Ika bersama Sat Reskrim Polres Sikka menjemput 11 LC di salah satu tempat hiburan malam. | (Foto: NTT-Post)

NTT-Post.com, SIKKA – Pimpinan Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F), Suster Ika, menyoroti lambannya perkembangan proses hukum terkait dugaan kasus eksploitasi pekerja yang melibatkan belasan anak.

Sebelumnya Satuan Reskrim Polres Sikka bersama Truk-F dan UPT PPA Kabupaten Sikka mengamankan belasan pekerja Lady Companion (LC) dari Pup Eltras, di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Jumat, (23/1/2026) lalu.

Suster Ika menilai hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan perkembangan signifikan pasca-pengambilan keterangan para korban.

“13 orang LC sudah diambil keterangannya namun belum ada perkembangan yang signifikan dari kasus ini,” ungkap Suster Ika, saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Suster Ika menjelaskan pemeriksaan terhadap saksi kunci atau pihak terkait selalu pemilik tempat hiburan malam, alias Andi sempat tertunda karena alasan sakit.

“Setelah mereka ambil keterangan dari Andi, baru mereka gelar. Setelah itu baru kita dapat perkembangan yang baru bagaimana. Saya berharap tidak lama-lama, besok paling lambat sudah gelar,” ujar Suster Ika.

Meski 13 LC yang diduga menjadi korban telah memberikan keterangan secara proaktif sejak Jumat malam, koordinasi dengan pihak kepolisian dirasakan masih terhambat.

Suster Ika mengaku telah mencoba menghubungi Kasat Reskrim melalui pesan singkat, namun belum mendapatkan respons.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version