Indeks
Daerah  

40 Tahun Pengabdian, Guru Wilhelmus Sanan Menari Tebe dalam Tradisi Pelepasan Purna Tugas di TTU

"Saya menangis karena senang. Terima kasih Bapak Bupati dan semua ASN. Kami bangga dilepas dengan cara seperti ini," ungkap suami dari Marta Olin tersebut dengan suara bergetar.

Reporter : Ramos Suni Editor: Tim Redaksi
IMG 20260120 WA0050
Momen pelepasan 75 ASN purna bakti di Kabupaten TTU. | (Foto: Ramos Suni)

“Ini sejarah baru untuk Pemkab TTU. Kami merasa sangat dihargai,” ujarnya mewakili rekan-rekan purna bakti.

Di antara puluhan ASN, sosok Matilda K. Bano mencuri perhatian. Ia tercatat sebagai ASN dengan masa bakti terpanjang, yakni 40 tahun 7 bulan. Dedikasinya melintasi berbagai sekolah, mulai dari SDK Kiuola hingga SDN Baki Sonbay.

Matilda merupakan satu dari lima ASN yang menerima bonus khusus dari Bupati atas loyalitas yang luar biasa. Ia pun menitipkan pesan bagi generasi muda.

“Tanamkan nilai loyalitas, disiplin, dan etos kerja. Kami merasa sangat dihargai oleh kepemimpinan saat ini,” tutur Matilda.

Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, menegaskan bahwa tradisi ini akan terus dipertahankan. Baginya, setiap ASN, dari pejabat tinggi hingga guru di pelosok, layak mendapatkan perpisahan yang bermartabat.

“Yang pensiun, kita tidak melupakan mereka. Kita mengantar mereka dengan suatu kehormatan agar kembali ke masyarakat dengan membawa nilai-nilai positif,” tegas Bupati Yosep.

Berdasarkan data dari Plt. Kepala BKPSDM TTU, Ignasius L. Ol Sea, dari 75 ASN yang purna tugas ada 53 orang adalah Guru, 14 orang dari jabatan struktural dan 8 orang tenaga kesehatan.

Acara yang diwarnai pembacaan puisi dan ramah tamah ini ditutup dengan prosesi pengantaran para purna bakti menuju gerbang kantor.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version