Indeks
Daerah  

40 Tahun Pengabdian, Guru Wilhelmus Sanan Menari Tebe dalam Tradisi Pelepasan Purna Tugas di TTU

"Saya menangis karena senang. Terima kasih Bapak Bupati dan semua ASN. Kami bangga dilepas dengan cara seperti ini," ungkap suami dari Marta Olin tersebut dengan suara bergetar.

Reporter : Ramos Suni Editor: Tim Redaksi
IMG 20260120 WA0050
Momen pelepasan 75 ASN purna bakti di Kabupaten TTU. | (Foto: Ramos Suni)

NTT-Post.com, TTU – Di tengah lingkaran besar ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN), kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, seorang pria paruh baya menari dengan langkah lincah.

Ia adalah Wilhelmus Sanan, S.Pd.SD, dengan mengenakan busana adat lengkap bete bermotif Insana, pilu, alu’, serta kalung muti yang melingkar di lehernya, ia menari tabe.

Di tangan kanannya, ia mengangkat tinggi sebuah piagam penghargaan, seolah menunjukkan bahwa perjalanan panjangnya berakhir dengan kepala tegak.

Bagi Wilhelmus, tarian itu bukan sekadar gerak fisik, melainkan ungkapan syukur atas 39 tahun 10 bulan pengabdiannya di dunia pendidikan sejak 1986.

“Saya menangis karena senang. Terima kasih Bapak Bupati dan semua ASN. Kami bangga dilepas dengan cara seperti ini,” ungkap suami dari Marta Olin tersebut dengan suara bergetar.

Momen pelepasan 75 ASN purna tugas kali ini mencatatkan sejarah baru bagi Pemerintah Kabupaten TTU. Di bawah kepemimpinan Bupati Yosep Falentinus Delasalle Kebo, para abdi negara yang pensiun tidak lagi pulang dalam sunyi.

Mereka dilepas secara protokoler, penuh hormat, bahkan diantar hingga pintu gerbang kantor bupati.

Simon Soge, mantan Kepala Dinas Nakertrans TTU, mengakui bahwa ini adalah bentuk penghargaan tertinggi yang pernah ia saksikan selama 32 tahun mengabdi.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version