NTT-Post.com, SIKKA – Rumah BUMN Ende by PLN bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menyelenggarakan Pelatihan Kriya bagi Pelaku UMKM di Aula Gereja St. Ignatius Loyola Sikka, Desa Sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Kamis, (12/2/2026).
Kegiatan yang diikuti 30 orang pelaku UMKM ini, bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing produk lokal.
Fasilitator Rumah BUMN Ende, Albertmagnus Say mengatakan langkah kolaboratif ini bertujuan untuk membekali para pengrajin kriya dengan keterampilan baru serta pemahaman mendalam mengenai standar kualitas pasar.
”Target utama kami adalah membawa pelaku UMKM ini ‘naik kelas. Indikatornya jelas, mulai dari peningkatan omzet hingga pertumbuhan ekonomi pelaku usahanya,” ujar Albert.
Albertmagnus Say memandang Kabupaten Sikka sebagai wilayah dengan potensi kriya yang besar, terutama dalam pelestarian warisan budaya melalui produk kerajinan.
“Rumah BUMN Ende hadir untuk merangkul pelaku UMK dan Generasi Milenial agar mampu menciptakan masyarakat yang unggul dan berkualitas,” ungkapnya.
Melalui pelatihan ini kata Albertmagnus, peserta tidak hanya diajarkan teknik pembuatan produk, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas, pemanfaatan teknologi dan pemberdayaan milenial.
“Semoha kehadiran Rumah BUMN Ende di Kabupaten Sikka bisa mengubah skala usaha dari tradisional menuju profesional, dan mendorong UMKM masuk ke dalam ekosistem digital untuk pemasaran yang lebih luas,” tuturnya.
Sambut Baik Kolaborasi Pemerintah dan Rumah BUMN Ende
Sementara Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sikka Mauritius Minggo menyambut baik inisiatif Rumah BUMN PLN Ende dalam memberikan perhatian khusus bagi pelaku UMKM, khususnya di sektor kriya.
Kolaborasi ini dinilai strategis mengingat kriya merupakan salah satu dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang menopang industri pariwisata daerah.
”Kolaborasi ini sangat membantu kami. Dengan keterbatasan yang ada, kami tidak bisa menjangkau semua sektor sendirian. Melalui Rumah BUMN Ende, UMKM kita mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mereka,” ujar Us Minggo, sapaan akrabnya.
Lebih lanjut, Kadis Pariwisata menegaskan bahwa pelatihan ini hanyalah langkah awal. Ia berharap ada program pendampingan yang berkelanjutan hingga ke tahap produksi dan evaluasi dampak ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
