Siti mengungkapkan banyak oknum warga dari kompleks luar, yang sengaja datang membawa sampah untuk dibuang di Pasar Alok.
“Orang-orang dari area pasar saja datang buang di sini. Ada yang pakai mobil Avanza, ada yang motor,” ujarnya dengan nada geram.
Menurutnya, para pelaku pembuangan sampah ini sering kali beraksi dengan cepat untuk menghindari teguran warga atau petugas.
Sampah yang mereka buang pun sangat bervariasi, mulai dari pecah belah, popok bayi, hingga kantong plastik berisi kotoran yang menambah aroma tidak sedap di lingkungan pasar.
“Itu kadang popok bayi saja mereka datang buang disini,” tuturnya.
Siti dan sejumlah pedagang mendesak Pemerintah Kabupaten Sikka, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, untuk bekerja lebih serius dalam menangani masalah menahun ini.
Mereka mempertanyakan kinerja petugas yang berjaga di portal pintu masuk pasar yang dinilai membiarkan kendaraan pembawa sampah masuk tanpa pengawasan.
“Bagaimana penjaga portal tidak cegat orang luar datang buang? Penjaga di bawah tidak berguna kalau begini,” tambah Rudi salah satu pedagang.
Para pedagang berharap di tahun yang baru nanti, pemerintah bisa menghadirkan solusi konkret, baik berupa penambahan personel pengamanan di pintu masuk maupun jadwal pengangkutan sampah yang lebih rutin.
“Tolong kami, kami yang mencari nafkah di sana harus menanggung dampak bau dan ancaman kesehatan setiap hari,” jelas pedagang.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
