Hal ini dilakukan untuk memastikan pelayanan yang diberikan memenuhi standar nasional yang berkualitas, aman, dan bermartabat.
Fasilitas ini diproyeksikan untuk melayani 12.165 jiwa yang tersebar di sembilan desa, yaitu Desa Lela, Sikka, dan Iligai, Hepang, Korowuwu, dan Kolidetung, serta Desa Watutedang, Baopaat, dan Desa Du.
Pembangunan gedung ini menelan biaya sebesar Rp6,29 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2025. Proyek ini dikerjakan oleh CV. Bintang Pratama dalam kurun waktu 180 hari kerja (4 Juli – 30 Desember 2025).
“Kami berterima kasih kepada semua pihak karena proses pengerjaannya berjalan senyap. Setiap kendala didiskusikan dengan baik sehingga selesai tepat waktu,” kata Herlemus.
Terkait kesiapan SDM, Petrus Herelemus menyebut Puskesmas Nanga saat ini didukung oleh 81 tenaga kesehatan, yang terdiri dari 41 Aparatur Sipil Negara (PNS), 24 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan 16 P3K Paruh Waktu.
“Komposisi profesi meliputi 19 perawat, 24 bidan, dan 38 tenaga kesehatan lainnya,” jelas Kadis.
Meski didukung puluhan nakes, Petrus Herlemus mengakui masih ada tantangan besar terkait ketersediaan dokter. Sejak Oktober 2025, Puskesmas Nanga belum memiliki dokter tetap.
“Selama tiga bulan terakhir, pelayanan medis dilakukan melalui sistem konsultasi dengan dokter dari Puskesmas Koting,” tuturnya
Dia meyakini Pemerintah daerah akan terus berupaya untuk segera memenuhi kebutuhan dokter guna mengoptimalkan operasional puskesmas baru tersebut.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
