Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Sempat Terdengar Teriakan Minta Tolong, Pria Asal Merauke Ditemukan Tewas Tenggelam di Perairan Maulo’o-Sikka

Sebelumnya saksi sempat mendengar teriakan minta tolong dari arah laut sebelum korban ditemukan di dasar perairan.

Avatar photo
Reporter : Ade Riberu Editor: Redaksi NTT Post
FotoJet 2 1
Korban tenggelam di perairan Maulo'o, Kabupaten Sikka, saat dievakuasi ke Puskesmas Paga. (Foto: Dok. Humas Polres Sikka)

NTT-Post.com, MAUMERE – SR (44), pria asal Kampung Belbelan, Kecamatan Ulin, Kabupaten Merauke, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat memancing di perairan Maulo’o, Desa Mbengu, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, pada Sabtu malam, 14 Maret 2026. Sebelum korban ditemukan, sejumlah warga sempat mendengar teriakan meminta tolong dari arah laut.

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, melalui Kasi Humas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WITA di perairan Ulu Mti, Maulo’o. Korban diketahui merupakan seorang petani atau pekebun yang selama ini bertempat tinggal di Maulo’o.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

IPDA Leonardus mengatakan, kejadian tersebut pertama kali diketahui setelah warga melaporkan adanya dugaan orang tenggelam kepada aparat kepolisian.

“Pada Sabtu, 14 Maret 2026 sekitar pukul 21.00 WITA, Kanit Intelkam Polsek Paga Aipda Jainudin Kasim, bersama Kanit SPKT 3 Polsek Paga Bripka Edison B. Seda dan personel piket mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada kejadian orang tenggelam di perairan Maulo’o, dan meninggal dunia,” kata Leonardus, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima NTT Post, Minggu, 15 Maret 2026.

Korban Pergi Memancing Sejak Sore

IPDA Leonardus menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula sekitar pukul 17.00 WITA. Awalnya korban berpamitan kepada ibunya untuk pergi memancing di perairan Maulo’o. Korban berangkat menggunakan sebuah sampan dayung kecil berbahan fiber, berwarna putih-biru.

Sekitar pukul 19.00 WITA, dua nelayan setempat yang melintas di sekitar lokasi kejadian mendengar suara seseorang berteriak meminta pertolongan dari arah laut. Namun, mereka tidak melihat siapa pun di sekitar lokasi.

“Saksi YIGS (23) dan SB (19) melewati TKP. Mereka mendengar suara meminta tolong, tetapi orang yang berteriak meminta tolong tidak kelihatan di sekitar TKP,” jelas Leonardus.

Karena merasa takut dan khawatir, kedua saksi tersebut segera mendayung sampan menuju bibir pantai dan memberitahukan kejadian itu kepada warga lain.

“Sesampainya di bibir pantai, keduanya menyampaikan kepada saksi PR (28) dan masyarakat lainnya bahwa di sekitar TKP ada suara orang minta tolong,” lanjut Leo, sapaan akrabnya.

Setelah menerima informasi itu, beberapa warga bersama para saksi langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian.

Korban Ditemukan di Dasar Laut

Saat melakukan penyisiran di lokasi yang diduga menjadi tempat kejadian, warga menemukan sampan dayung milik korban dalam kondisi tenggelam. PR, yang juga merupakan adik kandung korban, kemudian menyelam di sekitar lokasi.

“Adik kandung korban menyelam di sekitar TKP dan menemukan korban di dasar laut dengan posisi sudah meninggal dunia,” ungkap Leo.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung