Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Sempat Terdengar Teriakan Minta Tolong, Pria Asal Merauke Ditemukan Tewas Tenggelam di Perairan Maulo’o-Sikka

Sebelumnya saksi sempat mendengar teriakan minta tolong dari arah laut sebelum korban ditemukan di dasar perairan.

Avatar photo
Reporter : Ade Riberu Editor: Redaksi NTT Post
FotoJet 2 1
Korban tenggelam di perairan Maulo'o, Kabupaten Sikka, saat dievakuasi ke Puskesmas Paga. (Foto: Dok. Humas Polres Sikka)

Warga kemudian mengevakuasi jasad korban ke bibir pantai sebelum dibawa ke Puskesmas Paga untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia sebelum tiba di fasilitas kesehatan tersebut.

“Ketika korban tiba di Puskesmas Paga, tim medis melakukan upaya medis yang diperlukan. Akan tetapi, hasil pemeriksaan medis menyatakan bahwa kondisi korban sudah meninggal dunia sebelum sampai di Puskesmas Paga,” Leo menambahkan.

Korban Diduga Terjatuh Akibat Gelombang

Polisi menduga korban terjatuh dari sampan saat memancing akibat kondisi arus laut yang cukup kuat di wilayah tersebut. Pasalnya, lokasi kejadian diketahui memiliki arus deras dan sewaktu-waktu dapat terjadi gelombang tinggi. Di tempat itu juga sering terjadi peristiwa orang tenggelam yang berujung meninggal dunia.

“Jarak antara bibir pantai dan lokasi kejadian diperkirakan sekitar satu atau dua mil laut. Kemungkinan ketika korban sedang memancing, tiba-tiba terjadi gelombang tinggi. Akibatnya, korban jatuh dari sampan lalu tenggelam dan meninggal dunia,” tutur Leo.

Menurut Leo, keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi dan proses hukum. Rencananya, korban akan dimakamkan pada Minggu, 15 Maret 2026 pukul 13.00 WITA.

“Perwakilan keluarga atau penanggung jawab keluarga akan melaksanakan upacara penguburan almarhum hari ini. Situasi kamtibmas di rumah duka dalam keadaan kondusif,” ujarnya.

Polisi Imbau Nelayan Selalu Waspada

Pasca kejadian tersebut, Polres Sikka mengimbau warga dan para nelayan agar lebih berhati-hati saat melaut, terutama ketika kondisi cuaca tidak menentu.

Nelayan juga diminta untuk menunda aktivitas melaut apabila kondisi cuaca berpotensi membahayakan keselamatan, serta selalu memperhatikan informasi cuaca dari BMKG maupun aparat setempat.

Imbauan ini disampaikan mengingat cuaca ekstrem belakangan ini dapat memicu gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan deras yang berisiko bagi keselamatan para nelayan di laut.

“Nelayan diharapkan menunda aktivitas melaut hingga kondisi cuaca lebih aman, serta selalu memperhatikan informasi BMKG dan informasi aparat setempat,” tutup Leo.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung