NTT-Post.com, SIKKA — Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka menegaskan bahwa saat ini tidak ada lagi pusat pengungsian pasca-masa tanggap darurat tahap pertama pada 28 Agustus 2026 berakhir.
Kini masa tanggap darurat tahap dua sejak 29 Agustus hingga 12 September 2026 tengah difokuskan dan beralih pada masa transisi menuju pemulihan bencana.
Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Satgas Tanggap Darurat Kabupaten Sikka, Femmy Bapa, saat menanggapi adanya informasi warga Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, yang mengungsi secara mandiri di tenda terpal akibat trauma gempa susulan.
“Kalau kita ikuti data kita, memang setelah pasca-tanggap darurat tahap satu, pengungsi sudah pulang semua ke rumah masing-masing. Yang ada terpusat kemarin masih di tiga lokasi yaitu Palue, Kangae, dan Nita, tapi jumlahnya pun sudah berkurang,” ujar Femmy Bapa.
Femmy menjelaskan bahwa saat ini prioritas penanganan pemerintah dipusatkan kepada masyarakat terdampak yang rumahnya mengalami kerusakan fisik, baik kategori rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan.
“Saat ini tidak ada lagi pemusatan pengungsian. Masyarakat sudah boleh kembali beraktivitas dengan tetap memperhatikan kewaspadaan. Bagi masyarakat yang mengungsi mandiri di halaman rumah karena rumahnya rusak, itu yang menjadi prioritas intervensi kita,” tegasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












