NTT-Post.com, SIKKA — Sebanyak 36 Kepala Keluarga (KK) dengan total 142 jiwa warga Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, terpaksa mengungsi secara mandiri akibat trauma gempa susulan yang terus melanda.
Mereka mengungsi sejak, Kamis, (3/9/2026) usai gempa susulan dengan magnitudo 4.5 dengan pusat gempa berada di laut 39 km Timur Laut Mbay, kabupaten Nagekeo, pukul 09:45:22 WIB, kembali terjadi dan ikut teraaa hingga kabupaten Sikka.
Enam hari berada di tenda darurat dari terpal sederhana, para warga kini berhadapan dengan krisis pangan dan ancaman kelaparan karena belum tersentuh bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemda) Sikka.
Para pengungsi, yang mendirikan tenda terpal seadanya di sekitar samping Gereja Wolomarang, bertahan hidup hanya dengan mengandalkan swadaya warga.
Mantan Ketua RT 039 Wolomarang, Ibu Maya, mengungkapkan bahwa warga yang mengungsi mendirikan tenda mandiri sejak gempa susulan kembali beruntun terjadi.
Banyak di antara warga yang memilih bertahan di luar rumah karena pemukiman mereka berada di atas permukaan air laut dan pesisir pantai.

“Kami mengungsi mandiri pakai terpal dari rumah. Ada 36 KK atau 142 jiwa dari RT 039, RT 040, dan RT 041 RW 08. Sampai hari ke-6 ini kami belum dapat bantuan dari Pemda Sikka,” ujar Ibu Maya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












