Indeks
Daerah  

Tujuh Copel di Huntara 3 Desa Konga Terendam Banjir, Penyintas: Kami Tak Nyaman Lagi

Reporter : Ade Riberu Editor: Tim Redaksi
FotoJet 1 3
Dampak gerusan banjir pada copel di Huntara 3 Desa Konga, Flores Timur. (Foto: Istimewa)

Seorang penghuni Huntara 3 Desa Konga mengungkapkan rasa cemas dan ketidaknyamanan mereka, bahkan menyebut sebagian warga sudah meninggalkan copel akibat kondisi yang semakin memburuk.

NTT-Post.com, LARANTUKA – Hujan lebat yang mengguyur kawasan hunian sementara (huntara) warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, pada Selasa, 9 Desember 2025, memicu kekhawatiran para penyintas. Sedikitnya tujuh copel di Huntara 3 dilaporkan terendam banjir dan mengalami kerusakan pada bagian struktur sisi hunian.

Kepala Desa Hokeng Jaya, Gebby Namang, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut banjir yang terjadi telah merendam sejumlah copel, termasuk ruang-ruang yang digunakan untuk pelayanan dasar.

“Pada copel yang ditempati warga Desa Hokeng Jaya, ada tujuh copel yang terendam banjir, termasuk dua kamar yang kami gunakan untuk pelayanan kesehatan serta aktivitas pembelajaran bagi kelompok TK-PAUD,” kata Gebby, Rabu pagi, 10 Desember 2025.

Baca Juga: Selamatkan Kerugian Negara Rp621 Juta, Kepala Kejari: “Masih Kurang, Kami Masih Cari Aset Pelaku”

Menurutnya, kerusakan semakin meluas karena copel-copel tersebut berada di area perbukitan yang dibangun di atas tanah tumpang hasil gusuran. Ketika hujan deras datang, tanah mudah tergerus sehingga memunculkan potensi longsor yang lebih besar.

“Khusus copel pada wilayah perbukitan, banyak yang telah retak akibat pergeseran tanah yang tergerus banjir. Karena hunian dibangun di atas tanah tumpang (hasil gusuran), otomatis mudah tergerus banjir dan berpotensi longsor,” jelasnya.

Kekhawatiran yang sama disampaikan salah seorang penghuni Huntara 3, Korly Kolin, yang menempati copel di tepian kali. Ia mengaku kondisi kerusakan yang terus meningkat membuat para penyintas merasa tidak aman lagi tinggal di sana.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version