NTT-Post.com, TTU – Pemerintah Desa Banain C, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), secara terbuka menyuarakan keberatan terkait pola patroli anggota TNI di wilayah mereka.
Aktivitas militer yang belakangan intens terjadi di area perkampungan tersebut dinilai telah menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan bagi warga setempat.
Kepala Desa Banain C, Oktovianus Suni, mengatakan terdapat perbedaan mencolok antara prosedur patroli saat ini dengan patroli patok perbatasan yang biasanya dilakukan.
Ia menjelaskan bahwa secara geografis, lokasi patok perbatasan berada cukup jauh dari pemukiman.
”Gerilya TNI ini membuat masyarakat merasa tidak nyaman, karena untuk berjalan saja warga harus baku silih (berpapasan terus-menerus) dengan anggota TNI,” ujar Oktovianus kepada awak media, Minggu (1/2/2026).
Menurutnya, patok perbatasan terletak sekitar tiga kilometer dari area perumahan warga. Kehadiran personel TNI yang melakukan penyisiran di dalam kampung tanpa alasan yang jelas memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.
“Kalau memang patroli patok, lokasinya sudah jelas. Biasanya ada informasi tanggal sekian akan dilakukan patroli. Namun sekarang dilakukan hampir setiap hari tanpa ada kabar ke kami,” tegasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
