Danrem menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bantuan dari Presiden Republik Indonesia.
Ia mengaku terharu mendengar aspirasi warga yang telah menantikan akses penyeberangan permanen selama puluhan tahun.
Selama ini, warga dan anak-anak sekolah harus menyeberangi sungai dengan risiko tinggi, terutama saat musim hujan.
“Anak-anak sekolah sangat senang karena nantinya mereka bisa berangkat sekolah dengan lebih aman. Ini akan memperlancar mobilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” tambahnya.
Sementara itu, Dandim 1618/TTU Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto, yang turut mendampingi Danrem, menegaskan pentingnya jembatan ini untuk keselamatan warga.
Selama ini, kenaikan debit air sungai seringkali memutus akses sosial dan ekonomi masyarakat Desa Kiuola.
“Dengan adanya Jembatan Perintis Garuda, akses akan lebih aman bagi petani, anak sekolah, maupun aktivitas sosial lainnya. Kami mengajak masyarakat untuk menjaga semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan ini,” pungkas Dandim Didit.
Acara peletakan batu pertama ini turut disaksikan oleh jajaran pemerintah daerah, pemerintah desa, serta masyarakat setempat yang menyambut antusias dimulainya proyek infrastruktur tersebut. ***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
