Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Lawan Praktik Rentenir, Kopdit Pintu Air Disambut Antusias Warga dan Tokoh Adat di Kabupaten Berau

"Kami sangat bersyukur karena tim Pintu Air datang langsung ke sini. Program ini sangat membangun ekonomi daerah kami yang selama ini merasa tertinggal. Masyarakat adat di sini sangat mendukung dan kami siap 'pasang badan' untuk Pintu Air karena ini memberikan harapan nyata bagi kesejahteraan kami," ungkap Pak Abu dengan penuh rasa syukur.

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
InShot 20260602 122046147
Lawan Praktik Rentenir, Kopdit Pintu Air Disambut Antusias Warga dan Tokoh Adat di Kabupaten Berau. | (Foto: Humas Pintu Air)

NTT-Post.com, BERAU – Kehadiran Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Pintu Air di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur sebagai upaya nyata melawan praktik rentenir yang selama ini dinilai mencekik ekonomi lokal, diterima baik oleh masyarakat setempat.

KSP Kopdit Pintu Air menggelar sosialisasi intensif di enam desa yang tersebar di Kecamatan Talisayan dan Kecamatan Batu Putih, pada 28 Mei hingga 2 Juni 2026.

Kegiatan edukasi keuangan ini dipimpin langsung oleh pengurus Kopdit Pintu Air area luar NTT, Vinsensius Deo, bersama jajaran Top Manajemen luar NTT, Abdul Rahman Nau, serta didukung penuh oleh tim dari Kantor Cabang Sangatta.

Rangkaian sosialisasi ini menyasar warga di Desa Tambudan, Tunggal Bumi, Sumber Agung, Sumber Mulia, Dumaring, dan Desa Kayu Indah.

Pengurus Pintu Air luar NTT, Vinsensius Deo mengatakan di pelosok Berau, akses terhadap modal yang terjangkau sering kali menjadi kendala utama bagi petani.

IMG 20260601 WA0005 e1780314022860
KSP Kopdit Pintu Air terus melaksanakan sosialisasi di sejumlah wilayah di Kabupaten Brau, Provinsi Kalimantan Timur, pada 28 Mei sampai 2 Juni 2026. | (Foto: HO Humas Pintu Air)

KSP Kopdit Pintu Air hadir untuk memutus ketergantungan masyarakat terhadap pemberi pinjaman ilegal yang menawarkan bunga tinggi.

“KSP Kopdit Pintu Air hadir untuk membantu masyarakat terhidar dari praktik rentenir yang mencekik. Pintu air menawarkan pinjaman dengan bunga yang murah dan simpanan dengan bunga tinggi serta berbagai produk solidaritas,” jelas Vinsensius.

Merespon hal tersebut, Egenius Bewot, warga Kampung Sumber Mulia, memberikan testimoni dan keuntungan dan manfaat kehadiran Kopdit Pintu Air.

Setelah bergabung selama kurang lebih setahun, ia berhasil mengembangkan usaha pertanian jagung seluas dua hektar.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung