Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Pokir Terhalang Defisit APBD, Yuslin Nursivin Dua Botha dan Tokoh Masyarakat Inisiasi Swadaya Air Bersih Masuk Rotat

"Daerah kita memang sedang mengalami keterbatasan fiskal yang luar biasa. Tetapi bagi saya, itu bukan alasan untuk tidak melayani masyarakat. Berkat orang-orang baik dan gerakan swadaya, apa yang dirindukan warga sekian lama hari ini terwujud," tegasnya.

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
Screenshot 2026 07 23 05 55 13 008 com.miui .gallery edit
Yuslin Nursivin Dua Botha, Anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Partai Perindo bersama masyarakat saat menyaksikan air bersih masuk dusun Rotat. | (Foto: Nivan Gomez)

NTT-Post.com, SIKKA – Sebanyak 90 rumah tangga di Dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur akhirnya menikmati layanan air bersih setelah puluhan tahun mengalami krisis.

​Air bersih dari 11 titik mata air Koja di kebun pribadi milik tokoh masyarakat Suitbertus Amandus di Nilo, Desa Wuliwutik, resmi dialirkan ke Dusun Rotat melalui jaringan pipa sepanjang 3 kilometer, pada Rabu (22/7/2026).

​Seluruh proyek pengaliran air ini dikerjakan secara murni berbasis swadaya masyarakat tanpa mengandalkan APBD Kabupaten Sikka yang saat ini mengalami keterbatasan fiskal.

​Inisiatif tersebut dikawal langsung oleh Anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Partai Perindo, Yuslin Nursivin Dua Botha, yang mendampingi warga sejak penarikan pipa hingga air bersih akhirnya masuk Dusun Rotat.

Legislative dari Partai Perindo tersebut mengatakan perjuangan menghadirkan air bersih ini bermula dari jaring aspirasi (reses) pertama yang digelarnya pada Desember 2024 lalu.

Saat itu, warga Dusun Rotat menyampaikan keluhan karena merasa ditinggalkan, padahal wilayah mereka merupakan penjaga utama sumber mata air Wair Puan yang menghidupi Kota Maumere.

Screenshot 2026 07 23 05 58 41 696 com.miui .gallery edit
Antusias warga Dusun Rotat menyaksikan air bersih masuk dusun Rotat. | (Foto: Nivan Gomez)

“Masyarakat mengeluhkan kerinduan mereka untuk menikmati air bersih yang adil seperti warga Sikka lainnya. Padahal Rotat ini penjaga Wair Puan, mata air yang dialirkan untuk masyarakat kabupaten wilayah Kota Maumere,” ujar Irvin saat ditemui di lokasi.

Mendengar jeritan konstituennya, sang wakil rakyat sempat memperjuangkan pengadaan jaringan air bersih ini melalui Pokok Pikiran (Pokir) DPRD pada tahun 2025 untuk alokasi anggaran 2026. Namun, krisis anggaran Pemkab Sikka membuat usulan tersebut belum bisa terealisasi.

“Daerah kita memang sedang mengalami keterbatasan fiskal yang luar biasa. Tetapi bagi saya, itu bukan alasan untuk tidak melayani masyarakat. Berkat orang-orang baik dan gerakan swadaya, apa yang dirindukan warga sekian lama hari ini terwujud,” tegasnya.

Lanjut Irvin, ia kemudian mencari alternatif dan mendapatkan 11 mata air milik tokoh masyarakat kabupaten Sikka, Suitbertus Amandus yang mau secara sukarela dialirkan untuk warga dusun Rotat.

“Kerena Pokir tidak bisa direalisasikan, maka saya cari cara lain dan mendapatkan 11 mata air dari Bapak Amandus. Dan beliau iklhas untuk alirkan air demi dusun Rotat,” jelasnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung